Latihan penyelesaian akhir jadi pekerjaan rumah Persebaya Surabaya jelang laga krusial melawan Persib Bandung di Super League 2025-2026. (Persebaya)
JawaPos.com–Persebaya Surabaya menghadapi ujian serius saat menjamu Persib Bandung di pekan ke-24 Super League 2025/2026. Laga panas ini bukan sekadar perebutan tiga poin, tapi juga pembuktian apakah Green Force mampu memperbaiki finishing yang masih jadi pekerjaan rumah besar.
Bermain di kandang sendiri, Persebaya Surabaya bermodal kemenangan tipis 1-0 atas PSM Makassar. Sementara Persib Bandung datang dengan kepercayaan diri tinggi usai membantai Madura United 5-0 di laga tandang.
Situasi ini membuat tekanan ada di kubu tuan rumah. Jika tak segera berbenah, efektivitas serangan bisa jadi bumerang saat menghadapi tim sekelas Persib Bandung.
Meski meraih poin penuh atas PSM Makassar pada Rabu (25/2), pelatih Persebaya Surabaya, Bernardo Tavares, tetap memberi catatan tajam. Kemenangan lewat gol semata wayang Gali Freitas pada menit ke-27 belum cukup membuatnya puas.
Menurut Tavares, timnya mampu menciptakan banyak peluang sepanjang pertandingan. Namun, akurasi tembakan dan penyelesaian akhir masih jauh dari harapan.
Masalah ini terasa krusial karena laga kontra Persib Bandung diprediksi berjalan ketat. Kesalahan kecil dalam memaksimalkan peluang bisa berujung kehilangan poin penting di kandang.
Pelatih asal Portugal itu tak menutup mata atas kelemahan timnya. Dia menegaskan evaluasi terus dilakukan, terutama dalam meningkatkan kualitas sentuhan akhir pemain depan.
”Kami mencoba memulihkan Malik ke sesi latihan minggu lalu dan melakukan serangkaian latihan penyelesaian akhir, tetapi dia justru kembali cedera saat melakukan eksekusi,” ujar Bernardo Tavares.
”Kami selalu mencoba menciptakan situasi menembak untuk meningkatkan akurasi, tetapi kenyataannya kami perlu bekerja lebih keras lagi. Hari ini kita menciptakan banyak peluang namun akurasinya kurang baik. Saya berharap pada pertandingan selanjutnya hal ini bisa teratasi,” lanjut dia.
Pernyataan itu menggambarkan situasi yang tidak ideal di lini depan Persebaya Surabaya. Upaya meningkatkan finishing justru terganggu masalah kebugaran pemain.
Badai cedera memang tengah menghantam sektor serang Green Force. Kondisi ini memaksa tim pelatih memutar otak demi menjaga produktivitas gol.
Bruno Paraiba yang didatangkan pada putaran kedua sebenarnya sempat memberi harapan. Dia mencetak gol debut saat menghadapi PSIM Jogjakarta, namun setelah itu harus menepi karena cedera.
Situasi makin rumit setelah Mihailo Perovic juga mengalami cedera. Padahal, selama ini dia menjadi opsi penting sebagai pelapis di lini depan.
Krisis ini membuat pilihan di sektor penyerangan semakin terbatas. Tavares tak hanya dituntut mencari pengganti, tapi juga memastikan pemain yang tersedia tampil lebih efektif.

Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Media Jerman Pusing Lihat Ngerinya Performa Veda Ega Pratama di Sesi Practice Moto3 Hungaria 2026
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Eksklusif! Perjuangan Nyo Daftar Player Escort Sejak 2024, Menangis Haru Dipeluk Nathan Tjoe-A-On di Timnas Indonesia
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Viral Pengemudi Ojek Pangkalan Getok Harga Rp 400 Ribu Senayan-Bundaran HI, Modus Bilang Tarif "58"
