Bernardo Tavares akan memberi porsi latihan secara bertahap dari ringan ke berat kepada para pemain Persebaya Surabaya selama bulan Ramadhan. (Dok. Istimewa)
JawaPos.com – “Bulan Madu” Bernardo Tavares bersama Persebaya Surabaya tampaknya mulai berakhir. Hal itu terlihat dalam duel di Stadion Gelora Bumi Kartini, Jepara, Sabtu (21/2).
Bukannya bangkit, Green Force malah kembali tersungkur. Mereka dihajar tuan rumah Persijap dengan skor 3-1. Itu menjadi dua kekalahan beruntun yang dialami Persebaya. Sebelumnya, mereka juga kalah 1-2 saat menjamu Bhayangkara FC (14/2).
Lantas, apa yang sebenarnya terjadi? Tavares menyebut anak asuhnya kurang beruntung.
Baca Juga: Resmi! Eks Persebaya Surabaya Gabung Pasuruan United, Rodeg Masih Ingin Main di Kasta Tertinggi
“Di babak pertama, kami punya beberapa peluang. Tendangan Jefferson membentur gawang, sementara sepakan Bruno melenceng tipis. Sedangkan Persijap hanya punya satu peluang di babak pertama dan itu malah menjadi gol,” beber Tavares usai laga.
Hal serupa terjadi di babak kedua. “Tembakan pertama Persijap di babak kedua juga menjadi gol. Itu sulit diterima,” kata Tavares.
Dalam laga itu, Persijap membuka keunggulan melalui Iker Guarrotxena pada menit ke-32. Alexis Gomez menggandakan keunggulan pada menit ke-71.
Setelah itu, pada menit ke-86, Rachmat “Rian” Irianto menerima kartu merah. Bruno Moreira sempat memperkecil skor melalui penalti pada menit ke-90+2. Namun, Iker mencetak gol penutup pada menit ke-90+12.
Tavares menyebut timnya bisa saja memenangkan pertandingan. “Karena ada situasi di mana seharusnya kami mendapat tiga penalti dalam laga ini. Saya tidak tahu seberapa sering pelanggaran seperti ini dibiarkan. Padahal, di Tiongkok atau Inggris, itu mutlak penalti,” tegas pelatih asal Portugal itu.
Ia cukup kecewa karena ada video assistant referee (VAR) dalam pertandingan.
“Tapi VAR tidak mau melihat keputusan ini. VAR seharusnya bisa menentukan bahwa ini adalah penalti,” beber mantan pelatih PSM Makassar itu.
Hal itu pula yang diyakini memicu amarah para pemain Green Force hingga akhirnya Rian mendapat kartu merah.
“Setelah tidak ada penalti, pemain jadi sulit mengontrol emosi. Apalagi banyak pemain Persijap yang terus mengulur waktu,” jelas pelatih berusia 45 tahun itu. Selain itu, ia juga mempermasalahkan antisipasi set piece anak asuhnya.

Daftar Pemain Timnas Argentina dan Aljazair di Grup J Piala Dunia 2026
Daftar Pemain Spanyol dan Tanjung Verde di Piala Dunia 2026
Daftar Pemain Inggris dan Kroasia di Grup L Piala Dunia 2026
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Daftar Pemain Swedia dan Tunisia di Piala Dunia 2026
Prediksi Skor Jerman vs Curacao di Piala Dunia 2026: Der Panzer Siap Menggila di Laga Perdana
MUI Minta Pelaku dan Pengkampanye LGBTQ Bisa Dipidana, Lebih Berat dari Pasal Perzinaan
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
5 Transportasi Surabaya-Malang Selain Motor yang Lebih Hemat, Tarif Mulai Rp 12 Ribuan
Prediksi Skor Haiti vs Skotlandia di Piala Dunia 2026: The Tartan Army Bisa Menang Besar!
