Persebaya Surabaya diminta ubah gaya bermain di bawah asuhan Bernardo Tavares. (Dok. Persebaya)
JawaPos.com - Persebaya Surabaya Long Ball FC! Label itu kini ramai dilekatkan Bonek setelah melihat kecenderungan Green Force memainkan bola panjang saat menemui kebuntuan. Desakan agar Bernardo Tavares mengubah gaya bermain pun menguat seiring hasil yang belum konsisten.
Kekalahan 1-3 dari Persijap Jepara pada pekan ke-22 Super League 2025/2026 menjadi titik ledak kekecewaan suporter. Dalam laga di Stadion Gelora Bumi Kartini itu, Green Force terlihat terlalu mudah kehilangan kontrol permainan.
Sejak awal pertandingan, Persebaya Surabaya kesulitan membangun serangan rapi dari kaki ke kaki. Saat tekanan datang, pilihan umpan panjang kerap menjadi jalan pintas yang justru memutus alur permainan sendiri.
Data statistik musim ini ikut mempertegas kritik tersebut. Dalam penguasaan bola, Persebaya Surabaya hanya mencatat rata-rata 45,6 persen dan menempati peringkat ke-15 dari 18 kontestan.
Angka itu menunjukkan Green Force belum mampu mendominasi laga secara konsisten. Ketika penguasaan bola rendah, kecenderungan memainkan long ball pun makin terlihat.
Dalam kategori akurasi bola panjang per pertandingan, Persebaya Surabaya berada di posisi keenam dengan angka 22,0. Catatan itu tergolong tinggi dan memperlihatkan betapa direct-nya pendekatan taktik yang diterapkan.
Ironinya, efektivitasnya belum sebanding dengan risiko yang muncul. Bola panjang yang gagal dikontrol sering berujung pada transisi cepat lawan. Situasi itu tampak jelas saat menghadapi Persijap. Beberapa kehilangan bola di lini tengah membuka ruang serangan balik yang sulit diantisipasi.
Bonek pun meluapkan unek-unek mereka di media sosial. Kritik diarahkan langsung pada pola main yang dinilai monoton dan mudah ditebak.
“Mainmu Menyedihkan Kurangi Main Long Ball joll????,” ujar salah satu Bonek. Kalimat singkat itu langsung viral dan mewakili rasa frustasi banyak pendukung.
“Maen mu enak an counter attack kok malah main long ball gak temu karepane, wes" bek mu iku enak an duet lelis ambk risto,” tulis Bonek lainnya.
Ada keyakinan Persebaya Surabaya justru lebih cocok mengandalkan serangan balik cepat ketimbang umpan lambung berulang.
“LONG BALL TERUS SAMPAI TEKAN TRIBUN,” sindir suporter lain. Kritik itu menggambarkan bola panjang yang sering melambung tanpa arah jelas.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
15 Pecel Paling Enak di Surabaya, Cita Rasa Sambal Kacang yang Autentik dan Ragam Lauk Tradisional yang Menggoda Selera
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
13 Wisata Terbaik Dekat Stasiun Pasuruan, Buat Liburan Tak Perlu Jauh Tapi Tetap Seru
12 Tempat Kuliner Soto yang Jadi Favorit di Malang, Soal Rasa Jangan Ditanya Pasti Enak!
Tak Perlu lagi Pusing Parkir, Ini Rute Transjakarta Paling Pas ke Indonesia Arena GBK
