Selebrasi pemain Persija Jakarta Maxwell usai membobol gawang PSM Makasar pada pertandingan Super Laegue di Jakarta Internasional Stadion, Jakarta, Jumat (20/2/2026). (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)
JawaPos.com–Dua pelatih asing Tomas Trucha dan Mauricio Souza meluapkan kekecewaan karena ketiadaan Video Assistant Referee (VAR) dalam duel Persija Jakarta vs PSM Makassar. Situasi itu sangat disayangkan dan dinilai mengurangi kualitas kompetisi Super League 2025/2026.
Pertandingan pekan ke-22 Super League 2025/2026 antara Persija Jakarta vs PSM Makassar telah berakhir. Laga itu digelar di Jakarta International Stadium (JIS) berlangsung seru pada Jumat (20/2).
Baik Persija maupun PSM Makassar menunjukkan permainan cukup luar biasa. Pertandingan perdana super league di Bulan Suci Ramadhan itu berakhir dengan skor 2-1 untuk kemenangan tuan rumah.
Dua gol Persija Jakarta dicetak oleh dua pemain berbeda. Masing-masing oleh Alaeddine Ajaraie (30') dan Maxwell Souza (67'). Sementara gol balasan PSM Makassar dicatatkan atas nama Sheriddin Boboev (37').
Namun di balik keseruan pertandingan tersebut, ada satu hal yang cukup mencoreng kualitas duel Persija vs PSM. Yakni ketiadaan VAR sepanjang pertandingan karena adanya kesalahan teknis.
Ini jadi kali pertama pertandingan Super League 2025/2026 digelar tanpa VAR. Sebab sejak awal musim, teknologi canggih ini selalu membantu pekerjaan wasit dan berjalan sukses tanpa kawalan asisten wasit video.
Pelatih PSM Makassar Tomas Trucha mengatakan, ketiadaan VAR dalm duel kontra Persija Jakarta menimbulkan keanehan tersendiri. Dia menilai masalah ini buruk ubtuk sepal bola Indonesia, khususnya kompetisi kasta tertinggi Super League.
”Satu hal yang aneh bagi saya, dan sangat tidak baik untuk sepak bola Indonesia, adalah pertandingan ini tidak menggunakan VAR,” kata Trucha usai pertandingan melawan Persija.
Menurut Trucha, ketiadaan VAR sangat disesali karena teknologi itu sudah sejak lama meningkatkan kualitas liga. Apalagi, dua tim yang bertanding kali ini merupakan Persija dan PSM, dua klub sarat sejarah dan bahkan bisa disebut sebagai dua dari lima klub pendiri PSSI dan Liga Indonesia.
”Saya percaya saya tidak mengatakan bahwa itu memengaruhi tim. Tapi saya pikir untuk level sepak bola Indonesia, yang menurut saya sudah bagus, jadi saya percaya pertandingan di Jakarta, pertandingan antara dua tim sendiri, dari lima pendiri liga di Indonesia,” kata Trucha.
”Jika Anda melihat sejarahnya, dan juga untuk pelayanan bagi penonton di stadion dan penonton yang menonton di TV, VAR seharusnya berfungsi. Jadi saya pikir ini tidak baik,” ucap dia menambahkan.
Tak cuma Trucha, kekecewaan juga diungkapkan Pelatih Persija Mauricio Souza. Dia menyayangkan laga sepenting melawan PSM Makasssar tidak bisa digelar dengan fasilitas VAR.
Padahal, menurut Souza keberadaan VAR sangat diperlukan. Teknologi itu dapat membantu wasit dalam membuat keputusan yang keliru atau masih ragu-ragu.
”Saya rasa sangat disayangkan tidak ada VAR. Saya rasa bila ada hal apapun yang menjadi keraguan dalam setiap permainan, maka VAR dapat mengklarifikasinya. Ya, terutama ketika intervensi VAR bentar,” tandas Souza.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Foto Terakhir Kebersamaan Anthony Xie dengan Audi Marissa Usai Digugat Cerai
Prediksi Skor Udinese vs Venezia di Coppa Italia: Sang Zebra Kecil Berpeluang Menang di Friuli!
Prediksi Skor Palermo vs Mantova di Coppa Italia: Rosanero Siap Libas Tim Tamu di Renzo Barbera
Kasus Penipuan Rp 3,5 Miliar Dihentikan Usai Ruben Onsu Berdamai dengan Pelapor
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Manajemen Buka Suara Usai Ikang Fawzi Dikabarkan Menikah Lagi
Obligasi Danantara: Dana Murah Pembangunan yang Rentan TPPU?
35 Santri Keracunan MBG Masih Dirawat di RS Siti Hajar Sidoarjo
Prediksi Skor Laos U-20 vs Timnas Indonesia U-20: Garuda Muda Berpeluang Pesta Gol!
Prediksi Sassuolo vs Frosinone di Coppa Italia 2026/2027: Jay Idzes Cs Menang Susah Payah
