Bruno Paraiba kembali berlatih bersama Persebaya Surabaya jelang hadapi Persijap Jepara. (Dok. Persebaya)
JawaPos.com - Terungkap riwayat cedera Bruno Paraiba, bomber anyar Persebaya Surabaya, pernah mencatatkan cedera serius berupa robek ligamen engkel lateral. Fakta ini membuat Bonek makin bertanya-tanya di tengah absennya sang pemain usai debut impresifnya.
Bruno Paraiba langsung mencuri perhatian saat menjalani laga perdana bersama Green Force. Ia masuk sebagai pemain pengganti dan mencetak satu gol saat Persebaya Surabaya menang 3-0 di kandang PSIM Yogyakarta pada pekan ke-18, 25 Januari 2026.
Dalam laga tersebut, Bruno hanya bermain selama 19 menit namun sukses menyumbang satu gol. Debut singkat itu sempat memunculkan harapan besar jika lini depan Persebaya Surabaya akhirnya menemukan mesin gol baru.
Namun, setelah pertandingan itu, Bruno tak kunjung kembali merumput. Ia tercatat absen dalam empat pertandingan sejak kedatangannya, memicu kebingungan di kalangan suporter.
Pada pekan ke-17 melawan Malut United, namanya bahkan belum masuk skuad. Setelah debut kontra PSIM, ia kembali tak masuk skuad saat menghadapi Dewa United di pekan ke-19.
Situasi berlanjut saat Persebaya Surabaya melawat ke markas Bali United pada pekan ke-20. Dalam data pertandingan, Bruno tercatat absen dengan keterangan masalah kebugaran.
Pekan ke-21 saat menjamu Bhayangkara FC, namanya kembali tak tercantum dalam daftar pemain. Minimnya penjelasan resmi membuat spekulasi berkembang liar di kalangan Bonek.
Menariknya, riwayat cedera Bruno Paraiba sempat mencatatkan kasus robek ligamen pergelangan kaki lateral (torn lateral ankle ligament) berdasarkan data Transfermarkt. Cedera torn lateral ankle ligament itu ia alami pada musim 2021/2022 saat masih memperkuat Ventforet Kofu di Liga Jepang.
Berdasarkan data riwayat cedera, ia mengalami masalah tersebut mulai 26 Mei 2022 hingga 4 Juli 2022. Total sekitar 40 hari ia menepi dan harus absen dalam delapan pertandingan bersama klubnya saat itu.
Cedera ligamen engkel bukan perkara ringan bagi pesepak bola profesional. Area pergelangan kaki menjadi tumpuan utama dalam pergerakan, akselerasi, hingga duel fisik.
Meski cedera itu terjadi beberapa musim lalu, rekam jejak medis tetap jadi perhatian publik. Apalagi kini Bruno kembali absen dengan keterangan kebugaran, membuat riwayat lama itu kembali disorot.
Secara profil, Bruno memiliki nama lengkap Bruno Pereira de Albuquerque. Ia lahir di João Pessoa, Brasil, pada 20 Juli 1994 dan kini berusia 31 tahun. Dengan tinggi badan 1,89 meter, ia memiliki postur ideal untuk duel udara. Ia berposisi utama sebagai depan-tengah meski dalam data juga tercatat sebagai gelandang tengah.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
12 Rekomendasi Mall Terbaik di Tangerang 2026: Destinasi Belanja, Kuliner & Lifestyle Favorit
Update Klasemen Usai MotoGP Catalunya 2026: Jorge Martin Gigit Jari, Bezzecchi Masih Tak Tersentuh
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
Jadwal dan Link Live Streaming Moto3 Catalunya 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama Start P20
