
Sho Yamamoto siap jadi ancaman serius Persebaya Surabaya di Gelora Bung Tomo. (BFC)
JawaPos.com — Laga panas tersaji di Stadion Gelora Bung Tomo saat Bhayangkara Presisi Lampung FC menantang Persebaya Surabaya pada pekan ke-21 Super League 2025/2026, Sabtu (14/2/2026) malam. Sorotan tertuju pada 5 pemain kunci Bhayangkara FC yang diyakini bisa bikin Bonek kecewa di GBT, seiring optimisme pelatih Paul Munster mencuri poin di kandang Green Force.
Pelatih Bhayangkara, Paul Munster, menegaskan duel di GBT tidak akan berjalan mudah bagi timnya.
“Besok akan menjadi pertandingan yang sulit. Persebaya adalah tim yang kuat dengan pemain-pemain cepat dan berpengalaman,” kata Munster saat konferensi pers prapertandingan di Stadion GBT, Surabaya, Jawa Timur, Jumat.
Munster menilai Persebaya Surabaya sebagai salah satu tim kuat di Liga Indonesia dengan transisi menyerang yang sangat cepat.
Green Force dinilai berbahaya saat mendapat ruang, terutama ketika melancarkan serangan balik dan memanfaatkan celah di lini pertahanan lawan.
Pelatih asal Irlandia Utara itu juga menyoroti kehadiran sejumlah pemain baru dan berpengalaman di skuad tuan rumah. Ia menyebut ancaman tembakan jarak jauh Persebaya Surabaya harus benar-benar diantisipasi sejak menit awal.
“Kami harus waspada, terutama pada transisi mereka dan kemampuan mereka melepaskan tembakan dari luar kotak penalti,” ucapnya.
Meski beberapa pemain Persebaya Surabaya disebut kurang fit akibat sakit dan cedera, Munster memprediksi laga tetap berjalan menarik dengan intensitas tinggi.
Selain faktor teknis, atmosfer GBT juga masuk radar perhatian Bhayangkara. Munster memuji dukungan luar biasa Bonek dan Bonita yang selalu menciptakan tekanan besar bagi tim tamu.
"Tekanan suporter tuan rumah pasti sangat tinggi, tetapi kami tetap bertekad mencari strategi terbaik untuk mencuri poin," tuturnya. Optimisme itu tak lepas dari performa sejumlah pemain kunci Bhayangkara yang siap jadi pembeda.
Nama pertama adalah Aqil Savik yang menjadi tembok terakhir di bawah mistar dengan rating 7,11. Kiper muda itu dinilai punya refleks cepat dan mental kuat untuk meredam gempuran lini depan Persebaya Surabaya.
Aqil sendiri memilih fokus pada permainan tim ketimbang atmosfer stadion yang menggelegar.
“Selama saya percaya sama diri saya sendiri dan saya percaya sama rekan-rekan tim saya untuk melakukan tugas mereka di setiap permainan mereka, saya rasa tidak ada yang tidak bisa kita lakukan sama-sama,” katanya.
Ia merasa timnya sudah terbiasa bermain di bawah tekanan besar saat melawan Persib Bandung maupun Persija Jakarta dalam laga tandang. Pengalaman itu jadi modal penting untuk tetap tenang di tengah sorakan puluhan ribu Bonek.
Pemain kunci berikutnya adalah Firza Andika dengan rating 7,04 yang berperan vital di lini tengah. Mobilitas dan kemampuannya menjaga keseimbangan permainan bisa memutus aliran bola cepat Persebaya Surabaya.

Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Media Jerman Pusing Lihat Ngerinya Performa Veda Ega Pratama di Sesi Practice Moto3 Hungaria 2026
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Eksklusif! Perjuangan Nyo Daftar Player Escort Sejak 2024, Menangis Haru Dipeluk Nathan Tjoe-A-On di Timnas Indonesia
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Viral Pengemudi Ojek Pangkalan Getok Harga Rp 400 Ribu Senayan-Bundaran HI, Modus Bilang Tarif "58"
