Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 13 Februari 2026 | 01.41 WIB

Mauricio Souza, Dengerin! The Jakmania Merasa Aneh Persija Dipermalukan Arema FC di Kandang, Minta Harus Menang Terus!

Pelatih Persija, Mauricio Souza berharap VAR tidak merugikan timnya saat menghadapi Persib Bandung. - Image

Pelatih Persija, Mauricio Souza berharap VAR tidak merugikan timnya saat menghadapi Persib Bandung.

JawaPos.com - Ketua Umum The Jakmania, Diky Soemarno angkat bicara mengenai hasil pahit yang ditelan Persija Jakarta saat melawan Arema FC. Kekalahan itu dirasa aneh dan seharusnya Macan Kemayoran tak boleh tidak menang.

Persija menelan kekalahan pahit ketika menjamu Arema FC di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta dalam laga pekan ke-20 Super League 2025/2026. Macan Kemayoran menyerah dengan dua gol tanpa balas pada Minggu (8/2) malam.

Itu jadi kekalahan kandang perdana yang ditelan Persija di Super League 2025/2026. Padahal Macan Kemayoran sebelumnya tak terkalahkan saat bermain di hadapan The Jakmania.

Diky Soemarno selaku Ketum The Jakmania, mengungkapkan bahwa hasil itu memberikan kekecewaan untuk ia dan rekan-rekannya. Apalagi laga lawan Arema FC memecahkan rekor dengan dihadiri 56.989 pasang mata, yang merupakan jumlah penonton terbanyak dalam satu pertandingan musim ini.

"Menurut saya, pertandingan kemarin cukup aneh. Kami bermain di kandang sendiri dengan stadion penuh, sekitar 56 ribu penonton," kata Diky di Jakarta, Kamis (12/2).

"Dalam situasi seperti itu, seharusnya tidak ada hasil lain selain kemenangan. Itu sudah menjadi hal yang sangat baik apabila bisa menang. Namun kenyataannya kami kalah. Kami tidak mampu mencetak gol dan banyak membuang peluang," tambahnya.

Diky menambahkan, dirinya enggan sok tahu menanggapi permainan Persija. Menurutnya, hal itu urusan pelatih dan dia yakin bahwa Mauricio Souza sebagai pelatih kepala tahu betul apa yang mesti dievaluasi.

Karena itu, Diky hanya menegaskan harapan dirinya dan segenap The Jakmania ke depan. Ia sangat berharap Persija Jakarta tak lagi menelan kekalahan, melainkan selalu menang. Sebab ini sudah jadi kekalahan kelima yang dirasakan Mavan Kemayoran.

"Saya tidak tahu bagaimana evaluasi yang akan dilakukan pelatih, tetapi tentu pelatih lebih memahami apa yang harus diperbaiki. Harapan kami sederhana, setelah ini tidak ada pilihan lain selain menang di setiap pertandingan. Tidak ada lagi seri atau kalah," jelasnya.

"Jika targetnya masih juara, maka hasil-hasil seperti ini harus dihentikan. Kalau tidak salah, Persija sudah lima kali kalah musim ini. Secara teori, jika kekalahan sudah lebih dari lima kali, akan sulit mengejar gelar juara—kecuali terjadi hal-hal luar biasa lainnya," Imbuh dia.

Lebih lanjut, Diky mengungkapkan bahwa kemenangan seharusnya jadi hawil akhir yang didapat Persija saat melakoni pertandingan kandang. Dia kembali menegaskan harapannya agar hal itu tak terulang lagi ke depannya.

"Memang ini baru satu kekalahan terakhir, tetapi situasinya sulit diterima karena terjadi di kandang sendiri. Seharusnya kandang menjadi tempat yang paling menakutkan bagi lawan," ucap Diky.

"Namun kenyataannya kami kalah melalui dua serangan balik dari Arena. Seharusnya pelatih bisa mengetahui di mana letak kelemahan tersebut," sambungnya.

Editor: Banu Adikara
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore