
Analis PSS YDC, Marlinaldi Rahman. (Istimewa)
JawaPos.com - Meski kompetisi usia muda belum bergulir, PSS Sleman Youth Development Center (YDC) tetap menjaga ritme pembinaan pemain secara terstruktur dan berkelanjutan.
Masa jeda kompetisi justru dimanfaatkan sebagai momentum penting untuk melakukan evaluasi mendalam, terutama pada aspek pengembangan individu dan pemahaman permainan secara menyeluruh.
Analis PSS YDC, Marlinaldi Rahman, menyebut periode tanpa agenda pertandingan resmi memberi ruang lebih luas bagi tim pelatih untuk bekerja lebih detail.
Fokus utama saat ini diarahkan pada penguatan prinsip individual pemain, mulai dari teknik dasar, kondisi fisik, hingga pemahaman taktik.
“Kami fokuskan untuk saat ini dengan program prioritas yakni menguatkan prinsip individual pemain baik secara teknik, fisik, dan tactical understanding tentunya,” ujar Marlinaldi dikutip pssleman.id.
Untuk mengukur perkembangan tersebut, penilaian pemahaman taktikal dilakukan melalui game internal serta uji tanding berkala.
Dari aktivitas itu, tim pelatih menyusun evaluasi individu berbasis video analisis singkat yang diberikan kepada setiap pemain.
Pendekatan ini dinilai efektif karena pemain dapat melihat langsung situasi di lapangan dan memahami keputusan yang seharusnya diambil.
“Video evaluasi menyoroti momen di lapangan sekaligus solusi yang seharusnya diambil. Pembinaan usia muda difokuskan pada progres jangka menengah dan panjang sehingga mereka memiliki bekal yang lebih matang agar siap naik level, baik ke Tim Nasional kelompok usia maupun tim utama,” jelas Marlinaldi sebelum kick off uji tanding di Lapangan Jangkang, Sleman, Selasa (10/2/2026) siang.
Lebih lanjut, evaluasi individu juga diperkuat dengan analisis video tactical storage yang dibagikan secara rutin melalui Google Form setiap dua minggu sekali. Metode ini membantu pemain memahami detail peran sesuai posisi yang dimainkan.
“Setiap pemain harus paham tugas dan fungsi utamanya. Prinsip kapan harus dribbling, passing, shooting, crossing, dan bergerak tanpa bola adalah dasar persepsi yang kami tanamkan agar mereka siap bersaing di level yang lebih tinggi,” tuturnya.
Selain aspek teknis dan taktikal, PSS Sleman YDC juga memberi perhatian besar pada penguatan mental pemain.
Menurut Marlinaldi, kesiapan psikologis menjadi fondasi penting dalam membentuk atlet berkarakter.
“Kami menanamkan kesiapan mental untuk menerima kondisi tim apa pun, disertai disiplin, konsistensi, dan kepercayaan diri. Mindset kompetitif dibangun melalui latihan berintensitas tinggi, agar pemain terbiasa memenangkan setiap momen latihan, bukan hanya saat pertandingan resmi,” pungkasnya.
Pendekatan komprehensif ini diharapkan mampu melahirkan talenta muda yang tidak hanya matang secara teknis, tetapi juga siap bersaing di level profesional.

Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Hasil Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Bikin Kejutan! Tembus 13 Besar di FP2
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
12 Hotel Terbaik di Semarang dengan Fasilitas Lengkap, Nuansa Cozy dan Menenangkan untuk Quality Time Bersama Orang Tercinta
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
