
Skuad PSS Sleman di sesi latihan. (Istimewa)
JawaPos.com - Manajemen PSS Sleman resmi menerima Putusan Komite Banding PSSI Nomor: 001/KEP/KB/PEGADAIAN-CHAMPIONSHIP/II/2026 tertanggal 9 Februari 2026. Putusan ini merupakan hasil dari permohonan banding yang diajukan PSS Sleman atas Keputusan Komite Disiplin PSSI terkait pertandingan melawan PS Barito Putera pada 31 Januari 2026 dalam lanjutan kompetisi Pegadaian Championship 2025/2026.
Dalam amar putusannya, Komite Banding PSSI menyatakan menolak permohonan banding PSS Sleman untuk seluruhnya.
Dengan demikian, keputusan Komite Disiplin PSSI Nomor 153/L2/SK/KD-PSSI/II/2026 tetap dinyatakan berlaku dan diperkuat, meski disertai perbaikan pada kualifikasi pelanggaran serta penyesuaian sanksi disiplin.
PSS Sleman dinyatakan terbukti melakukan pelanggaran disiplin berupa penggabungan tingkah laku buruk penonton.
Atas pelanggaran tersebut, klub berjuluk Super Elang Jawa itu dijatuhi sanksi penutupan sebagian stadion, yakni Tribun Utara dan Tribun Selatan, selama empat pertandingan kandang berturut-turut.
Sanksi ini mulai diberlakukan pada laga kandang terdekat PSS Sleman di Pegadaian Championship.
Meski dua tribun ditutup, pertandingan kandang PSS Sleman tetap dapat dihadiri penonton dengan syarat khusus.
Penonton yang hadir tidak diperkenankan memakai maupun membawa atribut PSS Sleman selama masa sanksi berlangsung.
Selain itu, PSS Sleman juga dikenai denda sebesar Rp60.000.000 sebagai bagian dari hukuman disiplin yang harus dipenuhi.
Executive Representative PSS Sleman, Vita Subiyakti dikutip dari pssleman.id menyampaikan bahwa manajemen klub menghormati dan menerima sepenuhnya putusan Komite Banding PSSI tersebut.
Ia menegaskan komitmen PSS Sleman untuk mematuhi seluruh ketentuan yang tercantum dalam keputusan banding sesuai regulasi yang berlaku.
Menurut Vita, keputusan ini menjadi momentum penting bagi PSS Sleman untuk melakukan evaluasi dan perbaikan berkelanjutan, terutama dalam menjaga kondusivitas pertandingan.
Manajemen klub juga mengajak seluruh elemen suporter dan penonton untuk bersama-sama menciptakan suasana stadion yang aman, tertib, dan sportif.
PSS Sleman berharap, dengan adanya kerja sama yang baik antara klub, suporter, dan seluruh pihak terkait, kejadian serupa tidak kembali terulang di masa mendatang.
Komitmen menjaga sportivitas dan nama baik klub dinilai menjadi kunci utama demi keberlangsungan kompetisi Pegadaian Championship serta citra sepak bola Indonesia secara keseluruhan.

16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Persebaya Surabaya Dikabarkan Rekrut 2 Striker dan 2 Bek Baru, Ada Punggawa Tim Nasional
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
Pemerintah Cabut Izin 2.231 Pengecer dan Distributor Pupuk Subsidi yang Rugikan Petani
Jadwal Shalat Idul Adha 2026 di Jakarta, Bandung, Surabaya, dan Kota Besar Lainnya
Abu Janda Dilaporkan ke Polisi Oleh Ikatan Keluarga Minang Hari Ini, Buntut Sebut Sumbar 'Barbar' dan Intoleran
Dulu Antreannya Mengular dan Jadi Buah Bibir Media Sosial, Kini Terlihat Lengang: Mengulik 5 Tempat Makan yang Sempat Viral Lalu Sepi Pengunjung
11 Kuliner Maknyus Sekitar Kebun Raya Bogor, Tempat Makan yang Sejuk, Nyaman dan Enak
Persib Bandung Dilaporkan Berburu 2 Winger Kiri Baru demi Prestasi di AFC, Nilai Pasarnya Lewati Thom Haye!
Orang yang Semakin Cantik Secara Fisik Seiring Bertambahnya Usia Biasanya Mengadopsi 6 Kebiasaan Sehari-hari Ini Menurut Psikologi
