
Pesepak bola Dewa United Alta Ballah (tengah) melakukan selebrasi usai bermain imbang melawan Persebaya di Stadion GBT Surabaya, Minggu (1/2) malam. (Rizal Hanafi/Antara)
JawaPos.com–Pelatih Dewa United Jan Olde Riekerink memuji mentalitas dan kedisiplinan taktik timnya setelah mengimbangi Persebaya 1-1. Laga Super League itu berlangsung di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Minggu (1/2) malam.
“Setelah kartu merah yang cepat, Anda harus bertarung lama melawan sebelas pemain Persebaya yang mengandalkan fisik, itu yang bagus dari mental pemain,” kata Riekerink dalam konferensi pers setelah pertandingan di Surabaya seperti dilansir dari Antara, Minggu (1/2) malam.
Dia menilai kartu merah yang diterima salah satu pemainnya menjadi momen krusial yang membuat laga menjadi jauh lebih sulit. Namun menjadi ujian mental bagi Dewa United.
Kondisi tersebut memaksanya melakukan penyesuaian taktik, dengan mengubah garis pertahanan lebih dalam. Hal itu untuk meredam tekanan tuan rumah pada babak kedua.
Riekerink juga menginstruksikan lini belakang untuk bermain lebih rapat dan menutup ruang di area pertahanan sendiri.
"Ini juga termasuk dengan menarik posisi bertahan sekitar 20 hingga 25 meter guna mengantisipasi kecepatan serangan Persebaya," ucap Jan Olde Riekerink.
Riekerink menyebut satu poin dari Surabaya menjadi modal penting dalam membangun konsistensi permainan, mentalitas dan disiplin pemain dalam jangka panjang. Pelatih asal Belanda itu menilai performa tersebut menunjukkan perkembangan Dewa United dalam menghadapi situasi sulit dan menjadi fondasi untuk kembali bersaing di papan atas kompetisi.
"Saya pikir dalam jangka panjang, kami akan kembali ke tempat yang seharusnya," tutur Jan Olde Riekerink.
Pemain Dewa United Alta Ballah mengakui berlaga dengan kekurangan jumlah pemain membuat pertandingan berlangsung sangat berat.
“Pertandingan sangat sulit bagi kami, apalagi setelah kartu merah, tetapi kami bersyukur masih bisa mendapatkan satu poin,” kata Alta Ballah.
Dia juga merindukan bermain di Stadion Gelora Bung Tomo. Putra pesepak bola asal Liberia Anthony Jomah Ballah itu juga rindu menyanyikan lagu kebanggan Persebaya, Song For Pride di GBT.
"Persebaya adalah mantan tim saya. Saya diberikan banyak kesempatan dan belajar banyak saat bermain di tim ini. Dan saya pikir itulah mengapa saya ikut bernyanyi tadi. Karena saya merindukannya," ujar Alta Ballah.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
10 Kuliner Lezat Dekat Stasiun Pasar Turi Surabaya, dari Lontong Balap hingga Nasi Bebek
10 Kedai Es Teler Paling Enak di Jakarta, Cocok untuk Melepas Dahaga saat Cuaca Panas di Siang Hari!
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
18 Oleh-Oleh Khas Tulungagung Ini Wajib Dibeli Jika Berkunjung, dari Kuliner hingga Kerajinan Tradisional
Ribuan Suporter Rayakan HUT ke-94 PSIS Semarang, Flare dan Nyanyian Menggema di Depan Kantor Gubernuran Jawa Tengah
