
Latihan PSIM Yogyakarta jelang ladeni Persebaya Surabaya. (Dok. PSIM)
JawaPos.com - PSIM Jogja kembali mengalihkan fokus ke laga tandang kontra Borneo Samarinda FC pada lanjutan BRI Super League 2025/26.
Pertandingan yang akan digelar di Stadion Segiri, Minggu (1/2), menjadi momentum penting bagi Laskar Mataram untuk bangkit setelah hasil kurang maksimal pada pekan lalu.
Menjelang keberangkatan ke Samarinda, tim pelatih PSIM Jogja melakukan sejumlah penyesuaian demi memastikan persiapan berjalan optimal.
Salah satu langkah yang diambil adalah mengubah jadwal latihan rutin dari sore ke pagi hari. Keputusan ini bukan tanpa alasan, melainkan sebagai respons terhadap kondisi cuaca Yogyakarta yang kerap diguyur hujan deras pada sore hari.
Pelatih Kepala PSIM Jogja, Jean-Paul Van Gastel, menyebut faktor musim hujan menjadi pertimbangan utama perubahan jadwal tersebut. Ia mengaku telah berdiskusi dengan staf pelatih dan pihak yang memahami karakter cuaca lokal sebelum mengambil keputusan.
“Musim hujan, itu saja alasannya. Saya bicara dengan staf dan orang lokal yang berpengalaman terkait musim hujan di sini,” ujar Van Gastel, Jumat (23/1) dikutip dari website psimjogja.id.
Menurut pelatih asal Belanda itu, hujan deras sempat membuat tim kehilangan beberapa sesi latihan penting. Padahal, konsistensi latihan sangat dibutuhkan untuk menjaga intensitas dan kesiapan pemain, terutama jelang laga tandang yang menuntut kondisi fisik prima.
“Pada waktu tertentu saya perhatikan kalau pagi cuacanya cukup bagus, tapi siang menjelang sore makin memburuk. Jadi, kami putuskan latihan pagi karena kita sempat melewatkan latihan gara-gara hujan,” tambahnya.
Selain persoalan cuaca, PSIM Jogja juga dihadapkan pada tantangan keterbatasan kedalaman skuad akibat cedera.
Van Gastel menegaskan pihaknya tidak berencana menambah pemain di bursa transfer paruh musim. Fokus utama saat ini adalah memaksimalkan pemain yang sudah ada.
“Kami tidak dalam posisi untuk mendatangkan empat pemain, seperti Persebaya. Jadi kami memaksimalkan skuad yang kami miliki saat ini,” tegasnya.
Kabar positif datang dari kembalinya beberapa pemain yang sempat menepi karena cedera. Salah satunya adalah Andy Setyo, yang tampil cukup meyakinkan pada laga sebelumnya. Kehadiran pemain-pemain ini diharapkan memberi tambahan opsi taktik saat menghadapi Borneo Samarinda FC.
“Saya senang dengan skuad saya, terutama Andy yang sudah lama tidak bermain dan dia bermain sangat baik,” ungkap Van Gastel.
Dengan jadwal kompetisi yang padat, PSIM Jogja dituntut menjaga mentalitas bertanding dan kesiapan seluruh pemain. Rotasi menjadi kebutuhan, dan pemain yang jarang tampil pun harus siap kapan saja. Laga kontra Borneo FC pun diharapkan menjadi titik balik performa Laskar Mataram di kompetisi musim ini.

Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
Sony Sonjaya Akan Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator Kasus MBG, Janjikan Buka Nama-Nama Besar
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kalah di Pengadilan Soal Sanksi Etik Promotor Disertasi Bahlil, Guru Besar UI: Mahasiswa Ini Bukan Main-main
Prediksi Haiti vs Peru 6 Juni 2026: Momentum Positif Les Grenadiers Uji Kebangkitan La Blanquirroja
3 Bintang Baru Sudah Deal! Persebaya Surabaya Siapkan Misi Besar Bernardo Tavares di Musim 100 Tahun
