
Pedro Matos saat kawal lini tengah Persebaya Surabaya redam Ezequiel Vidal dari PSIM Yogyakarta. (PSIM)
JawaPos.com — Tugas rahasia Pedro Matos kala Persebaya Surabaya menggunduli PSIM Yogyakarta akhirnya terungkap ke publik. Di balik kemenangan telak 0-3 di Stadion Mandala Krida, peran senyap gelandang anyar Green Force itu menjadi faktor penting yang luput dari sorotan awal.
Pedro Matos baru saja melakoni debut resminya bersama Persebaya Surabaya saat bertandang ke markas PSIM Yogyakarta pada 25 Januari 2026.
Meski hanya bermain 24 menit, kontribusi pemain berusia 28 tahun itu langsung terasa signifikan di lapangan.
Pedro masuk pada menit ke-71 menggantikan Milos Raickovic dalam situasi laga yang masih membutuhkan kontrol dan ketenangan.
Keputusan pelatih memasukkannya terbukti tepat karena Pedro mampu menjaga keseimbangan permainan Persebaya Surabaya hingga akhir laga.
Secara statistik, Pedro Matos tampil efektif dan efisien dalam waktu singkat. Ia mencatatkan akurasi umpan 86 persen dari tujuh percobaan umpan dengan enam di antaranya sukses mencapai target.
Selain distribusi bola yang rapi, Pedro juga aktif dalam duel dan transisi bertahan. Ia melakukan dua dribel, satu tekel, satu pemulihan bola, serta memenangkan 86 persen duel melawan pemain PSIM.
Catatan itu menjadi bukti kualitas Pedro sebagai gelandang pekerja yang disiplin dan cerdas membaca permainan. Meski baru bergabung, adaptasinya terlihat cepat dengan ritme permainan Persebaya Surabaya.
Namun, kontribusi terpenting Pedro Matos bukan sekadar angka statistik. Ia mengemban tugas rahasia dari pelatih untuk menempel ketat Ze Valente, sosok yang dikenal sebagai otak serangan PSIM Yogyakarta.
Sepanjang Pedro berada di lapangan, ruang gerak Ze Valente terlihat jauh lebih terbatas. Alur serangan PSIM kerap terputus karena tekanan intens yang diberikan Pedro di lini tengah.
Peran krusial itu berujung langsung pada gol ketiga Persebaya Surabaya. Dalam situasi transisi, Ze Valente kehilangan bola setelah tekanan berlapis yang berawal dari penjagaan ketat Pedro.
Momen tersebut dimanfaatkan Rachmat Irianto untuk melakukan intersep bersih. Ia kemudian melakukan solo run sebelum menuntaskannya menjadi gol terakhir yang memastikan kemenangan 0-3 untuk Persebaya Surabaya.
Kemenangan ini terasa semakin spesial karena diraih di kandang lawan dengan dominasi yang jelas. Persebaya Surabaya tampil solid, disiplin, dan efektif memanfaatkan setiap celah yang ada.
Usai pertandingan, Pedro Matos mengaku sangat senang dengan debutnya bersama Green Force. Ia menyebut kemenangan atas PSIM menjadi modal kepercayaan diri untuk laga-laga berikutnya.
Pedro juga menyatakan sudah tidak sabar untuk kembali bermain dan berkontribusi lebih besar. Fokusnya kini tertuju pada laga kandang menghadapi Dewa United pada 1 Februari mendatang.
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!

Perilaku Menantu Tak Cerminkan Orang Kerajaan, Sultan Brunei Cabut Gelar Istri Pangeran Abdul Malik
Tumbang, Andika Kangen Band Minta Doa untuk Kesembuhannya
Doktif Bongkar Transfer Rp 9 Juta Richard Lee, Disebut untuk Jasa Prostitusi
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Tumplek Blek! Ribuan Massa Padati Jalan Gubernur Surabaya untuk Ikuti Aksi Tolak LGBTQ
Daftar Skuad Chelsea dan AC Milan di Indonesia: Luka Modric, Rafael Leao, hingga Cole Palmer
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Prediksi Skor Arsenal vs Dortmund di Emirates Cup 2026: Mikel Arteta Punya Misi Bangkit di Emirates
Siaran Tunda Moto3 Inggris 2026! Ini Jadwal dan Link Live Streaming Veda Ega Pratama di Silverstone
Juara Piala Presiden 2026! 3 Pemain Persebaya Jalani Pemulihan Jelang Super League 2026/2027
