Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 20 Januari 2026 | 00.50 WIB

Fokus Terganggu, PSS Sleman Ditahan Imbang Persela Lamongan

PSS Sleman bermain imbang 1-1 lawan Persela Lamongan, belum mampu merebut puncak klasemen Grup Timur Pegadaian Championship 2025/2026. (Istimewa) - Image

PSS Sleman bermain imbang 1-1 lawan Persela Lamongan, belum mampu merebut puncak klasemen Grup Timur Pegadaian Championship 2025/2026. (Istimewa)

JawaPos.com–PSS Sleman belum mampu merebut puncak klasemen Grup Timur Pegadaian Championship 2025/2026. Menutup pekan ke-16, tim berjuluk Laskar Sembada harus puas berbagi angka usai ditahan imbang Persela Lamongan dengan skor 1-1 di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Minggu (18/1) sore.

Bermain lawan Persela di hadapan pendukung sendiri, PSS tampil agresif sejak menit awal. Tekanan demi tekanan dilancarkan untuk mengamankan tiga poin penting yang sempat membuka peluang naik ke posisi teratas Pegadaian Championship.

Usaha tersebut membuahkan hasil pada menit ke-37. Gustavo Tocantins sukses memaksimalkan peluang dan membawa PSS unggul 1-0 atas Persela.

Keunggulan atas Persela itu membuat PSS sempat berada di puncak klasemen sementara Pegadaian Championship hingga turun minum. Permainan disiplin dan tempo yang terjaga membuat Persela kesulitan mengembangkan permainan sepanjang babak pertama. 

Memasuki paruh kedua, Persela Lamongan tampil lebih berani. Laskar Joko Tingkir perlahan menaikkan intensitas serangan, memaksa lini belakang PSS bekerja ekstra. Meski beberapa peluang berhasil dipatahkan, PSS gagal mempertahankan fokus hingga akhir laga.

Petaka datang pada menit ke-84. Titan Agung mencatatkan namanya di papan skor setelah memanfaatkan kelengahan lini pertahanan tuan rumah. Gol tersebut mengubah kedudukan menjadi 1-1 dan bertahan hingga wasit meniup peluit panjang.

Hasil imbang ini membuat PSS Sleman tetap tertahan di posisi kedua klasemen Grup Timur Pegadaian Championship. Kemenangan yang sudah di depan mata pun lepas, meski performa tim secara keseluruhan tetap menuai apresiasi. 

Pelatih Kepala PSS Sleman Ansyari Lubis mengaku, tetap menghargai kerja keras anak asuhnya. Pertandingan ini menjadi salah satu penampilan terbaik timnya sejauh ini. 

“Yang pertama, kita tetap berikan apresiasi seluruh pemain. Saya kira ini pertandingan yang paling bagus yang saya lihat di sore hari ini,” ujar Ansyari dalam sesi jumpa pers usai laga dikutip dari website pssleman.id.

Namun, dia tak menampik adanya catatan penting. Kehilangan fokus dan konsentrasi di menit-menit krusial menjadi penyebab utama gagalnya PSS mengamankan kemenangan.

“Kita dihukum oleh ketidakkonsentrasian pemain di akhir pertandingan. Ini jadi evaluasi yang harus kita tingkatkan,” lanjut Ansyari.

Ansyari menegaskan, dalam sepak bola, kemenangan baru benar-benar aman ketika laga usai. Fokus hingga detik terakhir menjadi pekerjaan rumah yang harus segera dibenahi PSS Sleman untuk menghadapi laga-laga selanjutnya di Pegadaian Championship. 

“Sebelum 90 menit berakhir, itu berarti kita belum menang. Kehilangan fokus di menit akhir sangat berbahaya dan itu merugikan kita sendiri,” tandas Ansyari Lubis.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore