
PSS Sleman bermain imbang 1-1 lawan Persela Lamongan, belum mampu merebut puncak klasemen Grup Timur Pegadaian Championship 2025/2026. (Istimewa)
JawaPos.com–PSS Sleman belum mampu merebut puncak klasemen Grup Timur Pegadaian Championship 2025/2026. Menutup pekan ke-16, tim berjuluk Laskar Sembada harus puas berbagi angka usai ditahan imbang Persela Lamongan dengan skor 1-1 di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Minggu (18/1) sore.
Bermain lawan Persela di hadapan pendukung sendiri, PSS tampil agresif sejak menit awal. Tekanan demi tekanan dilancarkan untuk mengamankan tiga poin penting yang sempat membuka peluang naik ke posisi teratas Pegadaian Championship.
Usaha tersebut membuahkan hasil pada menit ke-37. Gustavo Tocantins sukses memaksimalkan peluang dan membawa PSS unggul 1-0 atas Persela.
Keunggulan atas Persela itu membuat PSS sempat berada di puncak klasemen sementara Pegadaian Championship hingga turun minum. Permainan disiplin dan tempo yang terjaga membuat Persela kesulitan mengembangkan permainan sepanjang babak pertama.
Memasuki paruh kedua, Persela Lamongan tampil lebih berani. Laskar Joko Tingkir perlahan menaikkan intensitas serangan, memaksa lini belakang PSS bekerja ekstra. Meski beberapa peluang berhasil dipatahkan, PSS gagal mempertahankan fokus hingga akhir laga.
Petaka datang pada menit ke-84. Titan Agung mencatatkan namanya di papan skor setelah memanfaatkan kelengahan lini pertahanan tuan rumah. Gol tersebut mengubah kedudukan menjadi 1-1 dan bertahan hingga wasit meniup peluit panjang.
Hasil imbang ini membuat PSS Sleman tetap tertahan di posisi kedua klasemen Grup Timur Pegadaian Championship. Kemenangan yang sudah di depan mata pun lepas, meski performa tim secara keseluruhan tetap menuai apresiasi.
Pelatih Kepala PSS Sleman Ansyari Lubis mengaku, tetap menghargai kerja keras anak asuhnya. Pertandingan ini menjadi salah satu penampilan terbaik timnya sejauh ini.
“Yang pertama, kita tetap berikan apresiasi seluruh pemain. Saya kira ini pertandingan yang paling bagus yang saya lihat di sore hari ini,” ujar Ansyari dalam sesi jumpa pers usai laga dikutip dari website pssleman.id.
Namun, dia tak menampik adanya catatan penting. Kehilangan fokus dan konsentrasi di menit-menit krusial menjadi penyebab utama gagalnya PSS mengamankan kemenangan.
“Kita dihukum oleh ketidakkonsentrasian pemain di akhir pertandingan. Ini jadi evaluasi yang harus kita tingkatkan,” lanjut Ansyari.
Ansyari menegaskan, dalam sepak bola, kemenangan baru benar-benar aman ketika laga usai. Fokus hingga detik terakhir menjadi pekerjaan rumah yang harus segera dibenahi PSS Sleman untuk menghadapi laga-laga selanjutnya di Pegadaian Championship.
“Sebelum 90 menit berakhir, itu berarti kita belum menang. Kehilangan fokus di menit akhir sangat berbahaya dan itu merugikan kita sendiri,” tandas Ansyari Lubis.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
