
Francisco Rivera sudah koleksi 2 kartu merah bersama Persebaya Surabaya. (Persebaya Surabaya)
JawaPos.com — Francisco Rivera masuk lima besar pengoleksi kartu merah di putaran pertama Super League 2025/2026. Catatan ini menjadi pekerjaan rumah serius bagi pelatih Persebaya Surabaya, Bernardo Tavares, di tengah kontribusi besar sang playmaker.
Rivera menutup putaran pertama bersama Persebaya Surabaya dengan performa yang terbilang impresif. Dari 13 pertandingan, pemain asal Amerika Latin itu menyumbang 4 gol dan 5 assist untuk Green Force.
Produktivitas tersebut menempatkan Rivera sebagai motor serangan utama Persebaya Surabaya musim ini. Perannya di lini tengah membuat alur permainan tim lebih hidup dan variatif.
Namun di balik kontribusi ofensif tersebut, Rivera juga meninggalkan catatan disiplin yang mengkhawatirkan. Ia mengoleksi dua kartu merah di putaran pertama dan masuk daftar lima besar pemain dengan kartu merah terbanyak.
Rivera sejajar dengan Julian Guevara dari Arema FC, Sho Yamamoto dari Persis Solo, dan Luciano Guaycochea dari Persib Bandung yang sama-sama mengoleksi dua kartu merah.
Nama Yann Motta dari Arema FC menyusul dengan satu kartu merah dari lima laga.
Catatan disiplin Rivera terasa kontras jika dibandingkan dengan kontribusi teknisnya di lapangan. Dari 1.150 menit bermain, ia mencatatkan expected goals 4,69 dan total 20 percobaan tembakan.
Akurasi tembakannya mencapai 35 persen dengan tujuh tembakan tepat sasaran. Statistik ini memperlihatkan efektivitas Rivera dalam memanfaatkan peluang di area lawan.
Dalam aspek kreativitas, Rivera menjadi pemain paling berpengaruh di Persebaya Surabaya. Ia membukukan 23 umpan kunci dan lima assist sepanjang putaran pertama.
Distribusi bolanya cukup aktif dengan total 418 umpan dan 293 di antaranya sukses. Akurasi umpan 71 persen menjadi cerminan gaya bermain progresif yang ia usung.
Rivera juga cukup agresif dalam duel dan transisi permainan. Ia tercatat melakukan 20 dribel dan 20 umpan terobosan yang menjadi pemecah kebuntuan.
Di sisi bertahan, kontribusinya memang tidak terlalu dominan namun tetap terasa. Rivera mencatatkan 11 intersep, 27 pemulihan bola, dan tujuh sapuan sepanjang putaran pertama.
Masalah muncul ketika agresivitas tersebut kerap berujung pelanggaran. Rivera melakukan 12 pelanggaran dan menerima dua kartu kuning serta dua kartu merah.
Sebaliknya, ia juga menjadi pemain yang paling sering dilanggar lawan. Total 28 kali pelanggaran diterima menunjukkan betapa sentral perannya dalam permainan Persebaya Surabaya.
Dua kartu merah tersebut berdampak langsung pada stabilitas tim. Persebaya Surabaya harus kehilangan sang playmaker di momen-momen krusial pertandingan.

Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
Sony Sonjaya Akan Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator Kasus MBG, Janjikan Buka Nama-Nama Besar
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kalah di Pengadilan Soal Sanksi Etik Promotor Disertasi Bahlil, Guru Besar UI: Mahasiswa Ini Bukan Main-main
Prediksi Haiti vs Peru 6 Juni 2026: Momentum Positif Les Grenadiers Uji Kebangkitan La Blanquirroja
3 Bintang Baru Sudah Deal! Persebaya Surabaya Siapkan Misi Besar Bernardo Tavares di Musim 100 Tahun
