
Dejan Tumbas berpotensi jadi tumpuan lini depan Persebaya Surabaya era Bernardo Tavares. (Dok. Persebaya Surabaya)
JawaPos.com - Striker Persebaya Surabaya tersisa 3 pemain, Bernardo Tavares tak punya stok bomber lokal untuk mengarungi Super League 2025/2026. Situasi ini muncul setelah salah satu penyerang lokal terakhir mereka, Rizky Dwi Pangestu, resmi angkat kaki dari skuad Green Force.
Kepindahan Rizky Dwi membuat komposisi lini depan Persebaya Surabaya berubah drastis dalam waktu singkat. Bernardo Tavares kini hanya memiliki tiga striker murni di tim utama, dan seluruhnya berstatus pemain asing.
Garudayaksa FC menjadi klub baru Rizky Dwi Pangestu pada musim ini. Klub tersebut meresmikan kedatangannya melalui unggahan resmi di akun Instagram mereka:
"WELCOME, RIZKY DWI. Striker asal Banyuwangi, Rizky Dwi Pangestu, resmi bergabung dengan Garudayaksa FC pada musim ini. Kehadiran Rizky menambah opsi lini depan dan siap bersaing bersama skuad. Let’s ignite the Spirit of Garuda. Welcome to the squad, @rizkydwi.99!” tulis Garudayaksa FC.
Rizky Dwi Pangestu merupakan striker lokal yang sempat diproyeksikan sebagai pelapis lini depan Persebaya Surabaya. Pemain kelahiran Banyuwangi itu bergabung dengan Green Force pada 6 Juli 2024.
Penyerang berusia 26 tahun tersebut memiliki tinggi 1,84 meter dan berposisi sebagai depan-tengah. Rizky mengandalkan kaki kanan sebagai senjata utama dalam menyelesaikan peluang.
Selama memperkuat Persebaya Surabaya, kontribusi Rizky memang belum terlalu mencolok. Namun, keberadaannya penting sebagai opsi striker lokal di tengah dominasi pemain asing.
Statistik mencatat Rizky tampil dalam 22 pertandingan bersama Persebaya Surabaya. Dari jumlah tersebut, ia mencetak 1 gol, menerima 1 kartu kuning, dan mengoleksi 713 menit bermain.
Nilai pasar Rizky Dwi Pangestu saat ini berada di angka Rp 1,30 miliar. Angka itu menunjukkan statusnya sebagai aset lokal yang masih memiliki potensi berkembang.
Kepindahan Rizky ini meninggalkan lubang yang cukup mengkhawatirkan di skuad Persebaya Surabaya. Untuk pertama kalinya dalam beberapa musim terakhir, Green Force benar-benar kehabisan striker lokal.
Kini, Bernardo Tavares hanya mengandalkan tiga nama di lini depan. Ketiganya merupakan pemain asing dengan karakter dan peran yang berbeda.
Mihailo Perovic
Nama pertama adalah Mihailo Perovic, striker asal Montenegro berusia 28 tahun. Perovic telah tampil dalam 16 pertandingan dengan catatan 3 gol dan 1.082 menit bermain.
Perovic menjadi penyerang yang paling sering dipercaya di lini depan Persebaya Surabaya. Namun, produktivitas golnya masih belum ideal untuk peran sebagai ujung tombak utama.
Diego Mauricio
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

7 Cara Ampuh Mengatasi HP Lemot Tanpa Harus Ganti Baru
Pengurus NU Laporkan Dugaan Politik Uang Muktamar ke KPK, Uang Rp 40 Juta Dikembalikan
Prediksi Skor Persik Kediri vs Madura United: Laskar Sape Kerap Punya Kans Menang di Brawijaya!
Jokowi Temui Prabowo saat Sidang Putusan Gibran, Ajudan Ungkap Isi Pertemuan
Prediksi Skor Persipura vs RANS Nusantara: Produktivitas Gol Jadi Pembeda
Prediksi Skor Malaga vs Espanyol: Los Periquitos Bidik Poin, Tuan Rumah Terpuruk
Fraksi PKB Usulkan Pembentukan Pansus Tindak Lanjuti Putusan MK soal Ijazah Gibran
Prediksi Skor JDT vs Svay Rieng di ACC Cup: Harimau Selatan Diunggulkan Menang
Prediksi Lion City Sailors vs CAHN di ACC: Adu Kuat Tuan Rumah dengan Wakil Vietnam
Peringati Hari Kesaktian Pancasila, Alfa Penyintas Stroke Jalan Kaki 21 KM Dengan Rute Garuda

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022