
Pesepak bola Persib Bandung Beckham Putra Nugraha bersama rekan satu tim melakukan selebrasi usai mencetak gol ke gawang Persija Jakarta saat pertandingan lanjutan BRI Super League di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Bandung, Jawa Barat, Minggu (
JawaPos.com - Beckham Putra Nugraha kembali memamerkan selebrasi 'kedinginan' saat mencetak gol ke gawang Persija Jakarta. Dia mengungkap alasan melakukan perayaan yang sebenarnya pernah jadi mimpi buruknya sendiri karena didenda Rp 75 juta.
Beckham jadi pahlawan Persib Bandung saat menghadapi Persija Jakarta. Dia mencetak satu-satunya gol kemenangan Pangeran Biru di Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Gedebage, Kota Bandung pada Minggu (11/1) sore.
Gol itu diciptakan Beckham Putra Nugraha pada awal babak pertama. Tepatnta saat laga baru akan berjalan lima menit, setelah memanfaatkan kesalahan Bruno Tubarao yang gagal menyapu bola hasil umpan Berguinho dari sisi kanan penyerangan.
Setelah mencetak gol, Beckham Putra langsung berlari merayakannya dengan melakukan selebrasi 'ice cold' alias gesture kedinginan yang identik dengan selebrasi bintang Chelsea, Cole Palmer.
Selebrasi itu juga terbilang tepat karena golnya mengantarkan Persib Bandung ke puncak klasemen. Bahkan Pangeran Biru jadi juara paruh musim Super League 2025/2026.
Tapi selebrasi itu juga bukan hal baru dari seorang Beckham Putra. Musim lalu, dirinya pernah melakukan itu dan juga saat melawan Persija Jakarta.
Tepatnya pada 16 Februari 2025 di Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi, Jawa Barat, di mana dia mencetak gol untuk Persib sekaligus mengakhiri laga menjadi 2-2. Namun selebrasi itu berujung pahit untuk Beckham.
Etam, sapaan akrab Beckham Putra, dianggap melakukan selebrasi yang memancing alias provokasi karena terjadi di kandang Persija di hadapan ribuan Jakmania. Dia pun dapat sanksi berupq larangan bermain tiga laga dan denda Rp 75 juta.
Lantas mengapa Beckham Putra kembali melakukan itu meski pernah dihukum? Ia menyatakan dengan tegas bahwa selebrasi tersebut murni ekspresi pribadi. Beckham menegaskan tidak ada niat untuk memprovokasi atau menyinggung pihak lawan sama sekali.
"Ya ini sudah ikonik bagi saya dan ini adalah hal yang normal," ucap Beckham Putra dalam konferensi pers pascalaga.
"Kalian bisa lihat juga ada pemain Chelsea yang melakukan itu dan saya pikir hal yang lumrah. Ini jadi selebrasi ikonik saya. Kita juga di puncak jadi kenapa enggak selebrasi gitu," tambahnya.
Pelatih Persib Bandung, Bojan Hodak, turut menanggapi selebrasi anak asuh Beckham. Ia mengatakan bahwa selebrasi itu bagian dari luapan emosi dari situasi pertandingan berjalan dalam tensi tinggi.
"Beruntung hari ini tidak ada fans Persija di sini, sehingga dia tidak memprovokasi siapapun. Tetapi Anda bisa lihat, sepak bola adalah olahraga emosional, seperti ada kartu merah di pertandingan, itu bisa terjadi karena emosi," ujar Hodak.
"Sebelum pertandingan, saya bicara kepada mereka untuk mengontrol emosinya, tetapi ketika mereka bermain 100 persen dan mencetak gol di pertandingan seperti ini, tentu saja (meluapkan emosi)," imbuhnya.

Breaking News! Rival Veda Ega Pratama Didiskualifikasi dari Moto3 Catalunya 2026
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
3 Bintang Baru Sudah Deal! Persebaya Surabaya Siapkan Misi Besar Bernardo Tavares di Musim 100 Tahun
Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Sony Sonjaya Akan Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator Kasus MBG, Janjikan Buka Nama-Nama Besar
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Surat Satir Sony Sanjaya ke Kepala BGN Baru Bikin Heboh, Netizen: Nanik Deyang Cepu ya Pak?
Resmi Jadi Tersangka Korupsi MBG, Sony Sonjaya Kirim Surat Satir ke Kepala BGN Baru: 'Terima Kasih Hadiah Indahnya'
Dikabarkan Deal! Persebaya Surabaya Gaet Lima Pemain Anyar, Empat Legiun Asing dan Satu Striker Lokal
