
Laga Persebaya vs Malut United di GBT Surabaya (11/1/2025). Persebaya menang 2-1. (Dok. Antara)
JawaPos.com - Pelatih Malut United Hendri Susilo menyebut strategi serangan balik cepat yang diterapkan Persebaya Surabaya menjadi penyebab utama kekalahan timnya dengan skor 1-2 dalam laga pekan ke-17 Super League 2025/2026 di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Sabtu.
"Tavares memainkan sedikit collective defense, terus dia dengan defense counter yang cepat. Itu sangat jelas menurut saya dari sisi taktikal," kata Hendri dalam sesi konferensi pers usai pertandingan di Stadion GBT Surabaya, Sabtu petang.
Hendri menjelaskan bahwa meski Malut United mampu menguasai jalannya pertandingan dan berupaya keras mengejar ketertinggalan, namun skuadnya hanya mampu menyarangkan satu gol ke gawang tuan rumah.
Ia mengakui efektivitas pertahanan kolektif yang dibangun oleh pelatih lawan menyulitkan barisan penyerangnya.
Pada babak kedua, kata dia, tim pelatih Malut United sebenarnya sempat mengubah taktik dengan memasukkan pemain sayap yang lebih bermain ke dalam agar pemain bertahan sayap atau wingback bisa lebih aktif membantu serangan.
Namun, ia menyayangkan perubahan strategi yang terbukti efektif tersebut dilakukan sedikit terlambat.
"Kami mengubah taktikal juga. Kami memasukkan beberapa sayap untuk main lebih ke dalam sehingga wingback kami lebih bisa keluar untuk menyerang dan itu terbukti efektif, tetapi terlambat," ujarnya.
Senada dengan sang pelatih, pemain Malut United Taufik Rustam menyampaikan bahwa seluruh pemain telah bekerja keras untuk mendapatkan poin di Surabaya, namun hasil akhir belum berpihak pada tim.
"Ini menjadi batu loncatan kita untuk lebih baik lagi ke depannya," katanya.
Kekalahan tersebut, kata dia, juga sekaligus menghentikan catatan positif Malut United yang tidak terkalahkan dalam 11 pertandingan sebelumnya.
"Kekalahan ini semoga membuat kita lebih kuat lagi lawan berikut, Persib Bandung di kandang," tuturnya.

Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
Sony Sonjaya Akan Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator Kasus MBG, Janjikan Buka Nama-Nama Besar
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kalah di Pengadilan Soal Sanksi Etik Promotor Disertasi Bahlil, Guru Besar UI: Mahasiswa Ini Bukan Main-main
Prediksi Haiti vs Peru 6 Juni 2026: Momentum Positif Les Grenadiers Uji Kebangkitan La Blanquirroja
3 Bintang Baru Sudah Deal! Persebaya Surabaya Siapkan Misi Besar Bernardo Tavares di Musim 100 Tahun
