
Ketua Panser Biru Wareng. (www.facebook.com)
JawaPos.com-Ketua Panser Biru angkat bicara menanggapi pernyataan Asisten Pelatih Persela Lamongan Ragil Sudirman, terkait eksodus sejumlah pemain Persela ke PSIS Semarang pada putaran kedua Pegadaian Championship 2025/2026.
Sebelumnya, Ragil menyebut kepindahan para pemain tersebut tidak melalui skema transfer. Melainkan karena kondisi faktor perpindahan manajemen lama ke manajemen baru.
Pernyataan Ragil itu kemudian mendapat respons dari Ketua Panser Biru melalui akun Instagram pribadi @kepareng_wareng.
Dalam unggahannya, dia mencoba menjelaskan duduk perkara secara sederhana agar mudah dipahami publik. Khususnya suporter Persela.
Menurut dia, persoalan bermula dari kebijakan manajemen lama Persela yang mendatangkan pemain asing dan naturalisasi. Targetnya lolos ke Liga 1.
Nilai kontrak yang disepakati pun tidak kecil. Dia menyebut, pemain asing dikontrak dengan nilai sekitar Rp 4 miliar, sementara pemain naturalisasi berada di kisaran Rp 2 miliar.
Masalah muncul ketika kompetisi berjalan dan terjadi pergantian manajemen. Manajemen lama akhirnya harus pergi dan digantikan manajemen baru.
Dalam situasi itu, manajemen baru menganggap nilai kontrak para pemain terlalu tinggi dan memberatkan kondisi keuangan klub.
“Manajemen baru minta nego ulang, tapi banyak pemain yang tidak menemukan titik temu. Akhirnya mereka memilih keluar, ada yang ke PSIS dan ada juga yang ke klub lain,” tulis Ketua Panser Biru dalam unggahannya.
Dia juga menyinggung alasan yang kerap digunakan manajemen baru saat negosiasi dengan pemain naturalisasi. Disebutkan, pemain-pemain tersebut dianggap sudah berusia tua.
Narasi serupa, menurut dia, juga muncul dari sebagian suporter yang menilai performa pemain senior sudah menurun. Sementara itu, ketika negosiasi dengan pemain asing bintang tidak menemui kesepakatan, Ketua Panser Biru menilai suporter sempat diberi harapan.
Dia menyebut adanya janji sponsor masuk dan keyakinan klub tetap bisa berjalan, meski akhirnya pemain asing tersebut hengkang. Menariknya, ketika negosiasi dengan pemain lokal justru berjalan lancar, manajemen baru disebut terang-terangan menyalahkan manajemen lama atas kondisi yang terjadi.
Ketua Panser Biru menilai pola ini mirip dengan kejadian pada musim 2022/2023 yang pernah dialami PSIS Semarang. Pernyataan ini menambah perspektif baru terkait alasan hengkangnya banyak pemain Persela ke PSIS.
Di tengah persaingan ketat Pegadaian Championship, dinamika internal klub kembali menjadi sorotan.

Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Pesan Haru Milos Raickovic ke Bonek! Gelandang Persebaya Surabaya Sudah Berikan Segalanya Musim Ini
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mantan Kiper Persebaya Surabaya Buka Suara! Dimas Galih Ungkap Kondisi Ruang Ganti PSBS Biak
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
