
Bernardo Tavares tak janjikan gelar juara. (Dok. Persebaya X)
JawaPos.com — Persebaya Surabaya dihantui badai cedera menjelang laga krusial menghadapi Malut United pada pekan ke-17 Super League 2025/2026. Situasi itu memaksa pelatih anyar Bernardo Tavares memutar otak sejak hari pertama memimpin latihan Green Force.
Bernardo Tavares resmi memimpin latihan perdana Persebaya Surabaya di Lapangan C Kompleks Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Selasa (6/1/2026).
Kehadiran pelatih asal Portugal tersebut membawa atmosfer baru di tengah upaya Persebaya Surabaya menjaga tren positif kompetisi musim ini.
Latihan perdana itu berlangsung intens namun terukur dengan pendekatan berbeda dari tim pelatih sebelumnya.
Tavares tidak hanya fokus pada aspek teknis, tetapi juga melakukan observasi menyeluruh terhadap kondisi fisik, karakter, serta mental para pemain.
Dalam sesi tersebut, Tavares didampingi empat asisten pelatih, salah satunya Renato Duarte yang turut aktif memberi instruksi.
Kolaborasi tim pelatih ini diharapkan mempercepat adaptasi metode baru yang ingin diterapkan di tubuh Persebaya Surabaya.
Badai cedera menjadi tantangan awal yang langsung dihadapi Bernardo Tavares bersama Green Force. Sejumlah pemain kunci masih belum bisa berlatih penuh sehingga memengaruhi persiapan tim jelang laga penting.
Nama-nama seperti Gali Freitas dan Koko Ari tercatat absen pada pertandingan sebelumnya akibat cedera.
Kondisi tersebut membuat kedalaman skuad Persebaya Surabaya belum sepenuhnya ideal untuk menghadapi jadwal padat kompetisi.
Meski begitu, Bernardo Tavares tidak ingin menjadikan cedera sebagai alasan penurunan performa tim. Ia menegaskan pentingnya kesiapan taktik dan mental agar Persebaya Surabaya tetap kompetitif di setiap kondisi.
“Kami harus punya rencana A, B, atau C. Yang terpenting adalah berusaha melakukan yang terbaik. Jika menang itu fantastis, jika tidak, setidaknya kami sudah berjuang maksimal,” ujarnya.
Baca Juga: Resmi! Gustavo Fernandes Tinggalkan FC Penafiel, Dikabarkan Merapat ke Persebaya Surabaya
Pernyataan itu mencerminkan pendekatan realistis sekaligus fleksibel yang diusung Tavares sejak awal menangani Persebaya Surabaya.
Ia menilai sepak bola modern menuntut adaptasi cepat terhadap situasi tak terduga, termasuk badai cedera.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

7 Cara Ampuh Mengatasi HP Lemot Tanpa Harus Ganti Baru
Ferry Juliantono Rencanakan Penyaluran Gaji PNS dan Pensiun lewat Koperasi
Prediksi Skor Buriram vs Borneo di ASEAN Club Championship: Thunder Castle Menang Tipis
Pengurus NU Laporkan Dugaan Politik Uang Muktamar ke KPK, Uang Rp 40 Juta Dikembalikan
Prediksi Skor Kuching City vs Tampines di ASEAN Club Championship: The Cats Unggul Tipis
Besan KDM Komjen Karyoto Dimutasi dari Jabatan Kabaharkam Jelang Pensiun
Didik J Rachbini: Putusan MK Ungkap Kebohongan Gibran dan Jokowi
Jokowi Temui Prabowo saat Sidang Putusan Gibran, Ajudan Ungkap Isi Pertemuan
Prediksi Skor Meksiko vs Cile: El Tri Bakal Bangkit, La Roja Akhiri Tren Buruk
Gibran Terbukti Tak Punya Ijazah SMA, tapi MK Tidak Berwenang Diskualifikasi dari Wapres

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022