
Persib Bandung vs PSM Makassar pada pertandingan lanjutan Super League di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Bandung, Jawa Barat, Sabtu (27/12/2025). (Taofik Achmad Hidayat Radar Bandung)
JawaPos.com - PSM Makassar harus waspada. Zona merah bisa saja mengintai.
Jika hasil buruk terus mereka ditorehkan dalam beberapa pertandingan mendatang, bukan tak mungkin papan bawah menjadi "pelabuhan" dalam kompetisi Super League 2025/2026.
Saat ini, PSM bertengger di peringkat 10 klasemen sementara dengan koleksi 19 poin dari 16 pertandingan yang mereka lakoni. Jumlah ini hanya terpaut sembilan poin saja dari zona degradasi.
Selain itu, kekalahan atas Borneo FC juga memperpanjang jarak dengan pemuncak klasemen tersebut. Saat ini, PSM dan Borneo terpaut 18 poin, dua kali lipat lebih jauh dibanding zona degradasi.
Sekjen Red Gank, Sadakati Sukma menilai, PSM sudah harus bangkit dari kondisi saat ini. Mereka tidak boleh lagi membuang poin karena tidak siap menghadapi calon lawannya.
"Memang sudah harus bangkit, jangan kehilangan poin lagi kalau mau bersaing. Ini dari empat pertandingan saja kita cuma dapat satu poin, membuang 11 poin. Kalau kalah lagi, akan lebih jauh jarak poinnya," ujar Sadakati.
Meski pelatih telah menurunkan target finish di lima besar, itu juga akan sulit diwujudkan jika tidak diimbangi dengan perolehan poin. Mengingat, klub-klub lain mulai berbenah dan perlahan membaik.
"Lima besar, sih, boleh saja menjadi target, tetapi harus realistis juga. Jangan sampai setelah turun dari tiga besar ke lima besar, nanti turun lagi. Jadi harus dipacu semangat para pemain untuk bisa mendulang hasil lebih baik ke depannya," harapnya.
Kesulitan
Pelatih PSM Makassar, Tomas Trucha sendiri telah mengakui, timnya kesulitan untuk menampilkan performa terbaik. Termasuk kala bertandang ke markas Borneo FC.
Menurutnya, tim asuhannya tidak bermain bagus secara konsisten. Artinya, konsistensi permainan masih menjadi pekerjaan rumah besar yang harus segera diselesaikan.
"Kami kesulitan bermain di level terbaik selama 90 menit. Kami tidak bisa bermain bagus secara konsiten. Saat melawan Malut dan Persib hal ini juga terjadi, lawan Borneo kami punya dua sampai tiga peluang gol, namun kami tidak menyelesaikan dengan baik," kata dia.
Juru taktik berpaspor Republik Ceko itu juga menyampaikan, evaluasi memang menjadi hal paling krusial untuk segera dituntaskan. Sebab jika tidak, dampaknya akan buruk untuk tim dan semua pihak yang terlibat dalam proyek musim ini.
"Evaluasi tentu penting, karena kami sudah kalah tiga kali berturut-turut. Ini tentu tidak bagus untuk semuanya, tidak bagus untuk pemain, tidak bagus untuk owner, tidak bagus untuk suporter, dan tidak bagus juga untuk pelatih," tegasnya. (wid/zuk)
REPORTER WIDYAWAN SETIADI
EDITOR RIDWAN MARZUKI

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
12 Rekomendasi Mall Terbaik di Tangerang 2026: Destinasi Belanja, Kuliner & Lifestyle Favorit
Update Klasemen Usai MotoGP Catalunya 2026: Jorge Martin Gigit Jari, Bezzecchi Masih Tak Tersentuh
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
Jadwal dan Link Live Streaming Moto3 Catalunya 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama Start P20
