Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 5 Januari 2026 | 03.34 WIB

Pelatih Bali United Johnny Jansen Soroti Lemahnya Scouting Klub Super League Indonesia

Pelatih Bali United, Johnny Jansen. (Istimewa)

JawaPos.com - Pelatih Bali United asal Belanda, Johnny Jansen, menyoroti kondisi nyata yang masih terjadi dalam proses perekrutan pemain asing di sepak bola Indonesia, khususnya tim yang berlaga di kompetisi BRI Super League.

Pandangan tersebut ia sampaikan dalam wawancara yang dikutip dari media Belanda, Leeuwarder Courant, yang menyinggung lemahnya sistem pencarian bakat di banyak klub Tanah Air.

Menurut Jansen, mayoritas klub di Indonesia, termasuk Bali United yang saat ini ia latih, belum memiliki tim scouting khusus yang bekerja secara terstruktur.

Proses rekrutmen pemain asing masih didominasi oleh rekomendasi agen pemain serta penilaian melalui video aksi yang tersedia di platform seperti YouTube.

Model perekrutan seperti ini dinilai memiliki banyak celah. Tanpa observasi langsung di lapangan, klub kesulitan menilai kualitas pemain secara menyeluruh.

Video highlight umumnya hanya menampilkan momen terbaik seorang pemain, tanpa memperlihatkan konsistensi permainan, kemampuan bertahan, pengambilan keputusan, hingga sikap profesional di dalam dan luar lapangan.

Situasi tersebut dianggap menjadi salah satu alasan mengapa cukup banyak pemain asing di BRI Super League yang gagal memenuhi ekspektasi.

Tidak sedikit pemain asing yang akhirnya tampil di bawah standar, sulit beradaptasi dengan gaya bermain tim, atau tidak cocok dengan kebutuhan pelatih.

Akibatnya, klub harus melakukan pergantian pemain asing di tengah musim atau dicoret saat kompetisi masih berlangsung.

Dalam kompetisi yang semakin kompetitif, keberadaan pemain asing seharusnya menjadi elemen penting untuk meningkatkan kualitas permainan tim.

Namun, tanpa proses scouting yang matang, perekrutan justru berubah menjadi langkah spekulatif yang berisiko tinggi.

Jansen membandingkan kondisi tersebut dengan sistem di Eropa, di mana scouting menjadi bagian penting dari manajemen klub.

Pemantauan pemain dilakukan secara langsung dan berkelanjutan, tidak hanya berfokus pada aspek teknis, tetapi juga karakter, mentalitas, riwayat cedera, serta kemampuan beradaptasi dengan filosofi permainan tim.

Fenomena pemain asing yang dinilai “zonk” sendiri bukan hal baru di sepak bola Indonesia.

Editor: Banu Adikara
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore