
Pemain Persija Jakarta Allano Lima. (Dok. Allano Lima)
JawaPos.com-Allano Lima mengungkapkan kekecewaan pada kinerja wasit setelah Persija Jakarta kalah dari Semen Padang di pekan ke-15 Super League. Laga yang berakhir dengan skor tipis 0-1 tersebut dimainkan di Stadion H. Agus Salim, Senin (22/12).
Persija sudah bermain dengan sembilan orang saat Semen Padang unggul 0-1 lewat gol bunuh diri Jordi Amat di menit ke-83. Mereka harus kehilangan Figo Dennis yang mendapatkan kartu kuning kedua dan Fabio Silva yang diganjar kartu merah langsung.
Kekurangan personel membuat Persija berharap untuk setidaknya bisa meraih satu poin daripada harus kalah. Kesempatan tersebut akhirnya datang saat Maxwell Souza mencetak gol dimenit ke-90+10.
Sayang, gol tersebut harus dianulir wasit Steven Yubel Poli karena adanya pelanggaran. Sang wasit meninjau VAR dan melihat adanya pelanggaran yang dilakukan Allano Lima kepada bek tengah Semen Padang Rui Rampa.
Pelanggaran tersebut terjadi saat Allano sedang berlari dan menguasai bola yang diakhiri dengan umpan terukur kepada Maxwell Souza. Namun, tangan pemain asal Brasil tersebut mengenai wajah dari Rui Rampa.
Setelah pertandingan, Allano menyimpan rasa kekecewaan pada kinerja wasit yang bertugas. Winger 30 tahun tersebut menilai Persija sudah berlatih sangat keras, namun wasit membuat keputusan yang kurang memuaskan bagi timnya.
"Liga ini memiliki sesuatu yang sangat aneh, sangat mengecewakan; kami, secara keseluruhan, para pemain, bekerja sangat keras hanya agar wasit menjadi bintang malam itu," tulis Allano di unggahan Instastory.
Di sisi lain, pelatih Persija Mauricio Souza merasa timnya banyak melakukan salah passing. Ditambah lagi, bermain dengan sembilan pemain makin menambah berat perjuangan Macan Kemayoran menyamakan kedudukan.
"Saya pikir hari ini kemarin) bukan malam yang indah untuk kami. Di babak pertama kami bermain di atas Semen Padang, tetapi banyak pemain salah passing. Pemain kami kurang kreativitas dan tidak kuat dalam duel dengan pemain lawan,” ucap Mauricio Souza dikutip laman resmi Persija, Selasa (23/12).
"Kami mendapat kartu merah yang sangat berpengaruh terhadap jalannya pertandingan. Meski begitu, kami terus mencoba meraih kemenangan dan beberapa kali peluang datang, tetapi tidak bisa mencetak gol. Malam ini tidak baik untuk kami,” tandas pelatih asal Brasil itu.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
12 Rekomendasi Mall Terbaik di Tangerang 2026: Destinasi Belanja, Kuliner & Lifestyle Favorit
Update Klasemen Usai MotoGP Catalunya 2026: Jorge Martin Gigit Jari, Bezzecchi Masih Tak Tersentuh
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
Jadwal dan Link Live Streaming Moto3 Catalunya 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama Start P20
