
Francisco Rivera punya banyak keuntungan jika Benjamin Mora bergabung ke Persebaya Surabaya. (Persebaya Surabaya)
JawaPos.com—Koneksi Benjamin Mora dan Francisco Rivera menjadi topik paling panas di lingkaran Persebaya Surabaya dalam beberapa hari terakhir. Jika keduanya benar-benar bersatu, Green Force berpeluang ketiban durian runtuh yang bisa mengubah arah permainan tim secara drastis.
Masa depan Francisco Rivera kembali jadi sorotan seiring performanya yang belum sepenuhnya meledak di Surabaya. Harapan baru muncul saat rumor Benjamin Mora masuk radar pelatih anyar Persebaya Surabaya makin kencang terdengar.
Nama Mora ramai diperbincangkan setelah akun gosip sepak bola nasional @gossindo_ mengunggah rumor kepindahannya ke Persebaya Surabaya. Unggahan itu langsung memantik diskusi suporter yang membayangkan perubahan besar di tubuh tim.
“RUMOR: Benjamin Mora On Persebaya Surabaya,” tulis @gossindo_.
Isyarat menarik datang dari Rivera yang diketahui mengikuti akun Instagram Benjamin Mora. Gestur sederhana itu dibaca publik sebagai sinyal ketertarikan atau harapan bekerja di bawah arahan pelatih senegara.
Koneksi keduanya tak sekadar rumor media sosial, melainkan berakar pada kesamaan kultur sepak bola Meksiko. Bahasa, karakter bermain, dan pendekatan taktik berpotensi jadi jembatan penting memaksimalkan performa Rivera.
Benang merah lain terlihat dari riwayat karier yang bersinggungan di Queretaro FC. Rivera pernah membela klub tersebut pada musim 2020/2021, sementara Mora menjadi pelatih Queretaro sejak 2024 sebelum berpisah.
Meski tak bekerja dalam periode yang sama, keduanya mengenal atmosfer dan filosofi klub yang serupa. Modal psikologis ini kerap berpengaruh besar dalam adaptasi pemain terhadap arahan pelatih.
Rivera dikenal sebagai gelandang serang dengan naluri kreatif tinggi dan visi bermain tajam. Karakter itu sangat bergantung pada kebebasan bergerak di area sepertiga akhir lapangan.
Potensi Rivera sempat terbukti saat memperkuat Madura United pada musim 2023/2024. Ia mencatat sembilan gol dan 18 assist, statistik yang menempatkannya sebagai playmaker paling produktif di liga.
Saat itu Rivera ditangani Maurício Souza yang mengusung filosofi menyerang dan memberi ruang improvisasi. Pendekatan tersebut membuat Rivera tampil lepas, percaya diri, dan konsisten memberi pembeda.
Situasi berbeda dia alami di Persebaya Surabaya di bawah pelatih beraliran Eropa seperti Paul Munster dan Eduardo Perez.
Dalam dua musim, kontribusinya berhenti di angka 11 gol dan 11 assist, terasa kurang menggambarkan kapasitas sebenarnya. Pendekatan Eropa yang struktural dan disiplin sering dinilai membatasi eksplorasi Rivera.
Dia terlihat lebih sering mengikuti pola ketimbang menjadi pusat kreativitas tim. Di sinilah nama Benjamin Mora menjadi relevan bagi Persebaya Surabaya. Mora dikenal membawa filosofi progresif dengan dominasi penguasaan bola dan transisi menyerang agresif.
Pengalamannya bersama Johor Darul Ta’zim memperlihatkan keberanian memberi peran sentral pada gelandang kreatif. Skema itu berpotensi menghidupkan kembali naluri terbaik Rivera.

14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
Pesan Haru Milos Raickovic ke Bonek! Gelandang Persebaya Surabaya Sudah Berikan Segalanya Musim Ini
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Korban Dicekoki Miras Hingga Tak Sadar, Pelaku Pemerkosaan Cipondoh Masih Dicari
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
