
Persebaya Surabaya punya pekerjaan berat hadapi Borneo FC. (Persebaya Surabaya)
JawaPos.com—Kalah segalanya kembali menjadi sorotan saat membahas rekor pertemuan Persebaya Surabaya melawan Borneo FC. Statistik menunjukkan Green Force masih tertinggal dari Pesut Etam, baik dari jumlah kemenangan maupun produktivitas gol yang tercipta.
Dari total pertemuan yang telah terjadi, Persebaya Surabaya baru mampu meraih empat kemenangan. Catatan tersebut kalah dari Borneo FC yang sudah mengoleksi lima kemenangan. Itu menempatkan Persebaya Surabaya dalam posisi kurang menguntungkan.
Selain itu, tiga laga lainnya berakhir imbang. Memperlihatkan duel kedua tim sering berlangsung ketat.
Namun, secara garis besar, Persebaya Surabaya tetap kalah segalanya dari Borneo FC. Sebab, belum unggul dalam satu pun aspek statistik utama.
Dari sisi gol, Persebaya Surabaya masih tertinggal. Green Force baru mencetak 16 gol ke gawang Borneo FC. Sementara Pesut Etam sukses membukukan 18 gol dari pertemuan yang sama.
Selisih gol yang tipis memang menunjukkan persaingan tidak timpang. Namun, secara data keseluruhan, angka-angka tersebut tetap mempertegas dominasi tipis Borneo FC atas Persebaya Surabaya.
Rekor pertemuan ini menjadi semakin terasa berat karena Persebaya Surabaya tengah berada dalam fase transisi. Klub belum memiliki pelatih kepala definitif usai mengakhiri kerja sama dengan Eduardo Perez.
Untuk sementara, kursi pelatih utama diisi Uston Nawawi sebagai caretaker. Mantan pemain Persebaya Surabaya itu dipercaya penuh untuk menangani tim dalam situasi yang belum stabil.
Uston Nawawi sebelumnya menjabat sebagai asisten pelatih Eduardo Pérez. Dia telah mendampingi skuad Green Force selama kurang lebih 30 hari sejak pelatih asal Spanyol tersebut resmi meninggalkan klub.
Hingga kini, belum ada kejelasan terkait penunjukan pelatih kepala baru. Uston pun mengaku belum menerima informasi apa pun dari manajemen terkait rencana tersebut.
“Untuk pelatih baru, saya belum berkomunikasi dengan manajemen terkait hal tersebut. Saya belum mengetahui soal itu,” ujar Uston Nawawi.
Dalam kondisi serba sementara tersebut, Uston memilih bersikap realistis. Dia menyadari tugas terbesarnya adalah menjaga performa tim agar tetap kompetitif di Super League.
“Saya fokus saja pada persiapan tim menghadapi pertandingan selanjutnya,” kata Uston.
Pernyataan itu mencerminkan sikap profesional meski statusnya belum pasti. Di bawah arahan Uston Nawawi, Persebaya Surabaya belum meraih kemenangan. Namun, Green Force juga belum menelan kekalahan dan masih mampu mencuri poin dari setiap laga.
Catatan tanpa kemenangan itu menjadi ironi. Di satu sisi Persebaya Surabaya belum menunjukkan hasil maksimal, tetapi di sisi lain mereka tetap sulit dikalahkan.

15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
Diperiksa 2 Jam soal Penyalahgunaan AI, Freya JKT48 Serahkan Bukti Akun Baru ke Polisi
104 Pusat Perbelanjaan di Jakarta Bakal Pesta Diskon sampai 70 Persen, Catat Waktunya!
10 Rekomendasi Mall Terlengkap di Surabaya, Surganya Liburan Anak Muda Buat Shopping
11 Kuliner Maknyus Sekitar Kebun Raya Bogor, Tempat Makan yang Sejuk, Nyaman dan Enak
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Pulang ke Persebaya Surabaya? Andik Vermansah Dapat Tawaran dari 5 Klub, Ingin Kembali Bermain di Kasta Tertinggi
