Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 17 Desember 2025 | 22.52 WIB

5 Sosok Penting Persebaya Surabaya Absen! Green Force Terancam Rapuh Hadapi Borneo FC

Persebaya Surabaya tengah dalam kondisi krisis tanpa lima sosok kunci lawan Borneo FC. (Persebaya Surabaya) - Image

Persebaya Surabaya tengah dalam kondisi krisis tanpa lima sosok kunci lawan Borneo FC. (Persebaya Surabaya)

JawaPos.com—Lima sosok penting Persebaya Surabaya dipastikan absen saat menghadapi Borneo FC dalam laga lanjutan Super League. Mulai dari Bruno Moreira, Francisco Rivera, pelatih kepala, manajer, hingga caretaker.

Situasi ini menjadikan laga di Stadion Gelora Bung Tomo lawan Borneo FC sebagai ujian terberat Persebaya di Super League musim ini. Bukan hanya di atas lapangan, tetapi juga dari sisi internal tim Green Force.

Tanpa Bruno Moreira dan Francisco Rivera

Absennya Bruno Moreira dan Francisco Rivera langsung memukul kekuatan Persebaya Surabaya dari sektor permainan.

Dua pemain asing tersebut selama ini kerap menjadi tumpuan kreativitas dan penentu momentum permainan Persebaya. Sehingga kehilangan keduanya membuat opsi serangan pada laga lawan Borneo FC jauh lebih terbatas.

Tanpa Pelatih Kepala

Masalah Persebaya Surabaya tidak berhenti pada pemain karena kursi pelatih kepala juga masih kosong. Sejak berakhirnya kerja sama dengan Eduardo Perez, manajemen belum menunjuk pengganti definitif untuk memimpin tim secara penuh.

Dalam kondisi tersebut, Uston Nawawi ditunjuk sebagai pelatih caretaker. Mantan pemain Persebaya Surabaya itu sudah sekitar 30 hari mendampingi tim tanpa kepastian status jangka panjang di kompetisi Super League.

Uston mengaku belum mengetahui rencana manajemen terkait pelatih baru. “Untuk pelatih baru, saya belum berkomunikasi dengan manajemen terkait hal tersebut. Saya belum mengetahui soal itu,” ucap dia.

Dengan posisi sementara, Uston memilih fokus pada pekerjaan sehari-hari bersama tim. “Saya fokus saja pada persiapan tim menghadapi pertandingan selanjutnya,” lanjut pelatih asal Sidoarjo tersebut.

Tanpa Uston Nawawi

Ironisnya, saat Persebaya Surabaya menghadapi Borneo FC, Uston Nawawi justru tidak bisa mendampingi tim di pinggir lapangan. Dia harus menjalani hukuman akumulasi kartu kuning sesuai regulasi kompetisi.

Kartu kuning pertama diterima Uston saat laga melawan Persija Jakarta pada menit ke-39. Kartu kedua datang ketika menghadapi Bhayangkara FC pada menit ke-89, yang membuatnya otomatis absen satu pertandingan.

Regulasi I.League secara tegas melarang ofisial yang mengoleksi dua kartu kuning mendampingi tim pada laga berikutnya. Akibatnya, Persebaya Surabaya kehilangan figur sentral dalam pengambilan keputusan taktis di sisi lapangan.

Peran caretaker di pinggir lapangan akan diambil alih oleh Shin Sang-gyu. Pelatih fisik tersebut ditunjuk mendampingi tim saat melawan Borneo FC meski minim pengalaman sebagai pemimpin utama pertandingan.

Kondisi ini membuat bench Persebaya Surabaya terlihat pincang. Dalam laga dengan tensi tinggi, minimnya pengalaman Shin berpotensi memengaruhi respons tim terhadap dinamika permainan.

Tanpa Manajer Tim

Masalah internal semakin lengkap karena Persebaya Surabaya juga tampil tanpa kehadiran manajer tim. Absennya unsur manajerial ini mempertegas kesan klub berjalan tanpa struktur ideal jelang laga krusial.

Di saat yang sama, Persebaya Surabaya harus menghadapi lawan dengan kondisi terbaik. Borneo FC datang ke Surabaya sebagai pemuncak klasemen sementara dengan kepercayaan diri tinggi.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore