
Kapten Persela Lamongan, Hasim Kipuw. (Dok. IG Persela)
JawaPos.com – Persela Lamongan memang sudah kembali menggelar latihan pasca ditinggal CEO Fariz Julinar Maurisal. Namun, hanya 19 pemain yang datang dalam latihan perdana yang digelar di Stadion Surajaya, Lamongan, pada Senin (15/12).
Namun, 19 pemain tersebut ternyata belum tentu akan membela skuad Persela dalam lanjutan Championship 2025–2026. Hal itu disampaikan oleh kapten Persela, Hasim Kipuw. “Saya sendiri tidak tahu masih akan di sini atau keluar. Tergantung keseriusan manajemen seperti apa,” ujarnya.
Kipuw menegaskan ingin bertemu manajemen baru secepatnya. Ia ingin meminta kejelasan mengenai bagaimana nasib Laskar Joko Tingkir ke depannya.
“Teman-teman juga, karena bisa saja mereka sudah dikontak tim lain dan tinggal menunggu kesepakatan. Kalau tidak ada keseriusan, bisa saja mereka keluar,” tutur mantan pemain Persija dan Arema itu.
Baca Juga: Resmi! Pemain Persela Lamongan Eksodus ke PSIS, Alberto Goncalves: Saya Ikuti ke Semarang
Kipuw mengakui kondisi Persela saat ini sangat berat. Kuncinya, jika Persela ingin bangkit, adalah keberadaan manajemen baru. “Karena ini terjadi di tengah kompetisi, kondisinya sangat berat. Namun, kami sebagai pemain tetap profesional karena tujuannya hanya ingin bermain,” terangnya.
Namun, Kipuw menambahkan bahwa keluarnya sejumlah pemain tidak berpengaruh apa pun terhadap mental bertanding rekan-rekannya. Meski demikian, ia mengakui tetap ada sedikit adaptasi akibat keluarnya beberapa pemain.
“Ini juga bukan skuad baru. Para pemain sudah berpengalaman menghadapi berbagai situasi di sepak bola,” bebernya.
Pelatih sementara Persela, Ragil Sudirman, tidak membantah bahwa situasi di manajemen sedikit mengganggu psikis pemain. Namun, ia sudah menjelaskan kepada Adam Maulana dkk bahwa manajemen baru setelah kepergian Fariz sangat serius menangani Persela.
“Agar hal ini tidak dijadikan alasan. Perjalanan kompetisi masih panjang, jadi harus tetap profesional,” ungkapnya.
