Yance Sayuri. (Istimewa)
JawaPos.com - Pemain Malut United, Yance Sayuri, menjadi sasaran serangan rasisme di media sosial usai laga melawan Persib Bandung pada Minggu (14/12/2025). Insiden tersebut terjadi setelah Yance terlibat ketegangan dengan kapten Persib, Marc Klok, dalam pertandingan yang digelar di Stadion Kie Raha, Ternate, Maluku Utara.
Serangan bernada rasisme itu muncul di kolom komentar akun Instagram Yance Sayuri @yansayuri11 tak lama setelah pertandingan berakhir.
Sejumlah akun menuliskan komentar bernada merendahkan, bahkan mengirimkan gambar-gambar bernuansa rasis, termasuk ilustrasi yang menyamakan manusia dengan monyet. Situasi ini langsung menuai keprihatinan dari banyak pihak.
Berdasarkan pantauan, serangan tersebut diduga dilakukan oleh oknum pendukung Persib Bandung yang kecewa dengan insiden yang terjadi lapangan.
Pada pertandingan itu, Yance terlihat nyaris terlibat kontak fisik dengan Marc Klok, meski akhirnya situasi dapat diredam oleh wasit dan pemain lain.
Yang lebih memprihatinkan, serangan tidak hanya ditujukan kepada Yance sebagai pemain.
Unggahan Yance yang menampilkan foto anaknya yang baru lahir juga ikut menjadi sasaran komentar tidak pantas.
Salah satu akun bahkan menuliskan kalimat yang menyerang secara personal dan menyakitkan.
Kolom komentar pun dipenuhi oleh akun-akun yang menggunakan bahasa Sunda, sehingga dugaan keterlibatan oknum pendukung Persib semakin menguat.
Jika dugaan tersebut benar, situasi ini terasa ironis. Pasalnya, beberapa hari sebelumnya pendukung Persib Bandung juga sempat menjadi korban tindakan rasis dari seorang selebgram bernama Resbob yang melontarkan kata-kata tidak pantas terkait suku dan kelompok pendukung Persib.
Pengalaman tersebut seharusnya menjadi pelajaran bersama bahwa rasisme tidak bisa dibenarkan dalam kondisi apa pun.
Kekecewaan terhadap hasil pertandingan atau insiden di lapangan adalah hal yang wajar dalam sepak bola.
Marah boleh, kritik juga sah, namun membawa emosi ke ranah rasisme dan menyerang ranah pribadi jelas melanggar nilai sportivitas dan kemanusiaan.
Sepak bola Indonesia masih terus berjuang membersihkan diri dari praktik-praktik diskriminatif semacam ini.

Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Media Jerman Pusing Lihat Ngerinya Performa Veda Ega Pratama di Sesi Practice Moto3 Hungaria 2026
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Eksklusif! Perjuangan Nyo Daftar Player Escort Sejak 2024, Menangis Haru Dipeluk Nathan Tjoe-A-On di Timnas Indonesia
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Viral Pengemudi Ojek Pangkalan Getok Harga Rp 400 Ribu Senayan-Bundaran HI, Modus Bilang Tarif "58"
