Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 13 Desember 2025 | 17.14 WIB

Denda Rp 100 Juta Mengintai! Persebaya Surabaya, Persis Solo, dan Persijap Jepara Wajib Tunjuk Pelatih Baru

Uston Nawawi punya tugas berat pimpin Persebaya Surabaya lawan Borneo FC. (Persebaya Surabaya)

 

JawaPos.com — Potensi denda Rp 100 juta mengintai Persebaya Surabaya, Persis Solo, dan Persija Jepara jika belum juga menunjuk pelatih kepala baru. Tenggat administratif liga semakin dekat, sementara kompetisi Super League 2025/2026 segera kembali bergulir pertengahan Desember.

Regulasi I.League mewajibkan klub mendaftarkan pelatih kepala maksimal 30 hari setelah pemberitahuan resmi pemutusan kontrak.

Keterlambatan berujung sanksi finansial, dengan ancaman denda Rp 100 juta hingga Rp 200 juta bila berlarut.

Situasi ini muncul setelah delapan klub Super League berpisah dengan pelatih sebelum kontrak berakhir. Alasan perpisahan beragam, mulai pengunduran diri hingga pemecatan akibat hasil yang tak sesuai harapan.

PSM Makassar menjadi salah satu klub yang ditinggal pelatihnya, Bernardo Tavares, pada Oktober saat FIFA Matchday. Keputusan mundur itu membuka daftar panjang pergantian pelatih musim ini.

Semen Padang mengambil langkah tegas dengan memecat Eduardo Almeida setelah tren buruk menimpa tim. Manajemen memilih perubahan demi menghentikan laju negatif di awal kompetisi.

Persis Solo juga melakukan pemutusan kontrak terhadap Peter de Roo. Keputusan itu diambil setelah tim tak pernah meraih kemenangan sejak laga perdana musim 2025/2026.

Madura United mengakhiri kerja sama dengan Alfredo Vera pada Minggu, 9 November 2025. Kursi pelatih dinilai perlu penyegaran demi menjaga konsistensi performa.

Persijap Jepara kehilangan Mario Lemos pada Jumat, 21 November 2025. Keputusan hengkang datang setelah kekalahan telak dari Semen Padang pada hari yang sama.

Persebaya Surabaya memecat Edu Perez usai hasil imbang 1-1 melawan Arema FC. Laga matchday ke-13 di Stadion Gelora Bung Tomo pada 22 November 2025 menjadi penutup masa jabatannya.

Persik Kediri berpisah dengan Ong Kim Swee tanpa pemecatan. Pelatih asal Malaysia itu pulang karena alasan keluarga pada Kamis, 27 November 2025.

PSBS Biak juga mengumumkan Divaldo Alves tak lagi memimpin tim. Hasil buruk menjadi dasar evaluasi manajemen klub asal Papua tersebut.

Dari delapan klub yang berpisah dengan pelatih, lima tim bergerak cepat menemukan pengganti. Langkah cepat ini membantu stabilitas tim jelang lanjutan kompetisi.

PSBS Biak menjadi contoh paling sigap dalam urusan pelatih baru. Hanya dua hari setelah memecat Divaldo Alves pada 9 Desember 2025, Agus Sugeng diumumkan sebagai pengganti pada 11 Desember.

Editor: Edi Yulianto
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore