Timnas Indonesia U-22 telah mengakhiri perjuangannya di SEA Games 2025 setelah gagal ke semifinal. (Dok. Timnas Indonesia)
JawaPos.com - Nasib tragis dialami Timnas Indonesia U-22 dalam SEA Games 2025. Dalam dua tahun, takdir Garuda Muda berubah 180 derajad dari yang awalnya mengakhiri puas medali emas setelah 32 tahun, kini mengulangi rekor buruk yang pernah ditorehkan pada 2009 alias 16 tahun silam.
Perjuangan Timnas Indonesia U-22 di SEA Games 2025 telah berakhir. Napas Garuda Muda di Thailand berhenti setelah dipastikan gagal melaju ke semifinal.
Kepastian itu didapat setelah Timnas Indonesia U-22 meraih kemenangan atas Myanmar dengan skor meyakinkan 3-1 pada laga pamungkas Grup C SEA Games 2025, yang berlangsung di Stadion 700th Anniversary, Chiang Mai, Thailand, Jumat (12/12) malam.
Kemenangan itu memang membuat Timnas Indonesia U-22 jadi runner-up Grup C dengan koleksi tiga poin. Tapi, hasil tersebut belum cukup untuk meloloskan skuad Garuda Muda ke semifinal SEA Games 2025.
Pasalnya, hanya satu runner-up terbaik yang berhak maju ke empat besar. Satu slot itu direbut oleh Malaysia dari Grup B, yang juga mengoleksi tiga angka dan punya selisih gol +1. Catatan itu sebenarnya sama dengan Garuda Muda, tapi Harimau Malaya berhak lolos karena keunggulan produktivitas gol.
Sepanjang fase grup, Malaysia berhasil mencetak empat gol ke gawang lawan meski kebobolan tiga kali. Sementara Timnas Indonesia U-22, hanya bisa tiga kali membobol gawang lawan dan kemasukan dua gol.
Kegagalan lolos ke semifinal SEA Games 2025 jelas menjadi pukulan telak untuk Timnas Indonesia U-22. Apalagi, skuad Garuda Muda sekarang banyak dihuni sejumlah pemain yang cukup berpengalaman di level senior seperti Ivar Jenner, Rafael Struick, hingga Mauro Zijlstra.
Momen ini pun secara tak langsung mengulangi sejarah kelam Timnas Indonesia di SEA Games 2009. Kala itu, Garuda juga gagal maju ke babak semifinal.
Pada SEA Games 2009 di Vientiane, Laos, Timnas Indonesia saat itu terhenti di fase grup gara-gara jadi juru kunci grup. Mereka tak mampu meraih kemenangan dan hanya dapat sebiji angka hasil imbang dengan Singapura. Sementara ketika melawan Laos dan Kamboja, Garuda menelan kekalahan.
Kegagalan pahit yang mengulang sejarah kelam ini sangat bertolak belakang dengan pencapaian Timnas Indonesia U-22 pada edisi sebelumnya. Pada SEA Games 2023, Garuda Muda membuat sebuah kejutan dan pencapaian istimewa.
Di Kamboja, Timnas Indonesia U-22 berjaya. Garuda Muda tampil sempurna di fase grup dengan meraih empat kemenangan dalam empat laga. Myanmar, Timor Leste, Filipina, dab tuan rumah Kamboja disikat tanpa ampun.
Kemudian di babak semifinal, Timnas Indonesia U-22 membungkam juara bertahan dalam dua edisi SEA Games sebelumnya, Vietnam. Mereka menang dengan skor tipis 3-2.
Sementara di final, pasukan Indra Sjafri sukses mengatasi perlawanan Thailand lewat pertarungan 120 menit dengan skor 5-2. Kedua tim sebelumnya bermain imbang 2-2 dalam waktu normal.
Keberhasilan itu membuat Timnas Indonesia U-22 mengakhiri puasa medali emas SEA Games yang sudah berlangsung puluhan tahun. Tepatnya selama 32 tahun, di mana terakhir kali Garuda dapat medali terbaik itu pada 1991.

Prediksi Skor Selandia Baru vs Mesir di Piala Dunia 2026: Mohamed Salah Jadi Tumpuan Libas All Whites
Kapolri Kenang Warisan Bung Karno, Tegaskan Semangat Pemimpin Bangsa Harus Terus Dijaga
Prediksi Skor Ekuador vs Curacao di Piala Dunia 2026: La Tri Wajib Menang demi Lolos ke Babak 32 Besar
Prediksi Skor Uruguay vs Tanjung Verde di Piala Dunia 2026: Kecerdikan Marcelo Bielsa Hadapi Blue Sharks
Prediksi Skor Jerman vs Pantai Gading di Piala Dunia 2026: Ujian Sesungguhnya Die Mannschaft di Grup E
Prediksi Skor Belgia vs Iran di Piala Dunia 2026: Kevin de Bruyne Jadi Pembeda Ladeni Perlawanan Team Melli
Gabriel Budi Blak-blakan, Agen Pemain Persebaya Surabaya Ungkap Sosok Paling Berkesan
Prediksi Skor Spanyol vs Arab Saudi di Piala Dunia 2026: La Roja Wajib Menang Demi Lolos ke 32 Besar
Prediksi Susunan Pemain Timnas Jepang vs Tunisia: Hiroki Ito Sudah Kantongi Kekuatan Lawan!
Prediksi Susunan Pemain Timnas Ekuador vs Curacao: Alan Franco Sudah Lupakan Kekalahan di Laga Perdana
