Persebaya Surabaya di tengah krisis jelang hadapi Borneo FC. (Persebaya Surabaya)
JawaPos.com — Persebaya Surabaya menghadapi situasi sulit jelang duel kontra Borneo FC di Stadion Gelora Bung Tomo. Mereka turun bertanding tanpa pelatih kepala serta kehilangan dua gelandang kreatif, Bruno Moreira dan Francisco Rivera.
Kondisi ini membuat banyak pihak bertanya-tanya, Persebaya Surabaya bisa apa menghadapi pemuncak klasemen dalam keadaan pincang seperti ini.
Laga pada Sabtu malam itu berlangsung dengan tekanan ekstra karena atmosfer kandang selalu menuntut kemenangan dari Green Force.
Persebaya Surabaya harus merespons tantangan ini dengan keberanian tampil total dan tidak terpengaruh absennya dua pemain inti.
Bruno Moreira absen akibat akumulasi empat kartu kuning yang memaksanya menepi pada pertandingan penting tersebut.
Ketidakhadirannya membuat aliran serangan Persebaya Surabaya terancam pincang karena ia selama ini menjadi motor permainan.
Di saat bersamaan, Francisco Rivera juga belum bisa tampil karena masih menjalani sanksi tambahan dari Komdis PSSI setelah kartu merah yang diterimanya.
Rivera dikenal sebagai pengatur tempo yang memberi warna pada permainan agresif Persebaya Surabaya.
Tanpa dua sosok yang menjadi sumber kreativitas tim, Uston Nawawi harus merombak komposisi lini tengah.
Uston menyadari tanggung jawab beratnya dan langsung menegaskan, “Dengan absennya Bruno dan Rivera, kami akan mencari formula terbaik untuk mengisi posisi keduanya.”
Caretaker yang juga legenda Persebaya Surabaya itu mencoba menularkan kepercayaan diri kepada seluruh skuad agar tidak terpaku pada dua pemain tersebut.
Ia menambahkan, “Semua pemain harus siap ketika dibutuhkan, kami memiliki banyak pemain di sini.”
Masalah Persebaya Surabaya tidak berhenti pada absennya Bruno dan Rivera karena mereka juga belum memiliki pelatih kepala setelah pemecatan Eduardo Perez.
Uston menegaskan dirinya belum mendapat informasi soal kandidat pelatih dan berkata, “Menurut saya sendiri tidak ada masalah dan untuk kandidat juga belum ada pemberitahuan.”

Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
Sony Sonjaya Akan Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator Kasus MBG, Janjikan Buka Nama-Nama Besar
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kalah di Pengadilan Soal Sanksi Etik Promotor Disertasi Bahlil, Guru Besar UI: Mahasiswa Ini Bukan Main-main
Prediksi Haiti vs Peru 6 Juni 2026: Momentum Positif Les Grenadiers Uji Kebangkitan La Blanquirroja
3 Bintang Baru Sudah Deal! Persebaya Surabaya Siapkan Misi Besar Bernardo Tavares di Musim 100 Tahun
