
Diego Mauricio siap unjuk gigi di laga Persebaya Surabaya lawan Arema FC. (Persebaya Surabaya)
JawaPos.com — Diego Mauricio kembali tidak masuk daftar starter saat Persebaya Surabaya menantang PSM Makassar dalam laga tunda Super League 2025/2026 di Stadion BJ Habibie, Sabtu (6/12/2025). Keputusan Uston Nawawi itu langsung menjadi sorotan karena sang striker sebelumnya diharapkan turun sejak menit awal setelah beberapa laga menunjukkan peningkatan performa.
Perjalanan jauh menuju Parepare tidak mengurangi kesiapan Green Force menghadapi laga yang penuh tekanan ini.
Uston menegaskan timnya sudah siap tempur dan menyebut, “Perjalanan memang panjang, tapi itu tidak masalah,” untuk menggambarkan kondisi skuad yang tetap fokus.
Ia menjelaskan semua persiapan telah dilakukan secara matang sebelum tim berangkat dari Surabaya.
“Persiapan tim sudah dilakukan sepenuhnya di Surabaya, dan kami siap untuk pertandingan,” ucapnya dalam konferensi pers sehari sebelum laga dimulai.
Persebaya Surabaya datang dengan modal kuat berupa kemenangan musim lalu di stadion yang sama. Kemenangan itu menjadi motivasi tambahan karena berhasil mengakhiri puasa hasil positif saat bermain di kandang PSM.
Meski begitu, Uston tidak ingin timnya terlena oleh hasil masa lalu karena PSM kini berada dalam tren yang jauh lebih positif.
“Dalam tiga pertandingan terakhir, PSM menunjukkan performa luar biasa,” ujarnya sambil menekankan pentingnya kewaspadaan di lini belakang.
Ia memastikan Persebaya Surabaya sudah menyiapkan skema permainan yang sesuai dengan karakter pertandingan tandang di Parepare.
Uston menegaskan mereka telah menyusun strategi terbaik dan menyebut para pemain akan “berjuang sekuat tenaga” untuk membawa pulang poin.
Keputusan mencadangkan pemain Rp 4,78 Miliar yaitu Diego Mauricio menjadi bagian dari strategi yang disiapkan Uston sejak awal atau memang tak mampu menembus ketatnya starting line up.
Persebaya Surabaya memilih trio Gali Freitas, Mihailo Perovic, dan Bruno Moreira sebagai penggedor utama di baris depan agar bisa langsung menekan pertahanan PSM sejak menit pertama.
Uston ingin tempo permainan di awal laga berada dalam kontrol Persebaya Surabaya agar tidak memberi kesempatan PSM menguasai ritme pertandingan.
Intensitas tinggi menjadi kunci rencana permainan Green Force mengingat dukungan besar suporter tuan rumah sering menjadi energi tambahan bagi Juku Eja.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
15 Pecel Paling Enak di Surabaya, Cita Rasa Sambal Kacang yang Autentik dan Ragam Lauk Tradisional yang Menggoda Selera
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
13 Wisata Terbaik Dekat Stasiun Pasuruan, Buat Liburan Tak Perlu Jauh Tapi Tetap Seru
12 Tempat Kuliner Soto yang Jadi Favorit di Malang, Soal Rasa Jangan Ditanya Pasti Enak!
Tak Perlu lagi Pusing Parkir, Ini Rute Transjakarta Paling Pas ke Indonesia Arena GBK
