Bali United sukses rusak rekor tak terkalahkan Borneo FC. (Bali United)
JawaPos.com — Borneo FC akhirnya merasakan pahitnya kekalahan setelah rentetan hasil positif di Super League 2025/2026. Bali United datang ke Stadion Segiri dan pulang membawa tiga poin sekaligus merusak rekor tak terkalahkan Pesut Etam.
Laga sore itu berjalan intens sejak kick-off karena Borneo langsung tampil agresif di depan publik sendiri. Para pemain tuan rumah menguasai tempo dan mencoba menekan Bali United melalui permainan cepat dari sisi sayap.
Meski ditekan, Bali United justru memperoleh peluang emas lebih dulu pada menit ketujuh. Tendangan keras Brandon Wilson sempat mengancam tetapi Nadeo Arga Winata menunjukkan refleks luar biasa untuk menepis bola.
Tekanan Borneo meningkat setelah peluang tersebut karena mereka tak ingin momentum pertandingan direbut tim tamu. Serangan bergelombang dilancarkan melalui kombinasi umpan pendek yang mengandalkan kreativitas para gelandang.
Pada menit 22, publik Segiri sempat terangkat dari tempat duduk ketika Juan Villa mengeksekusi tendangan bebas dengan akurat. Bola meluncur tajam ke arah kotak penalti tetapi Douglas Coutinho gagal menjangkau bola yang tinggal disentuh sedikit.
Situasi itu pembuat Borneo mencoba meningkatkan intensitas agar tidak kehilangan kesempatan membuka skor. Namun Bali United bertahan disiplin dan mematahkan setiap upaya kombinasi yang coba dibangun Pesut Etam.
Memasuki babak kedua, dominasi penguasaan bola Borneo tetap terasa kuat. Tim besutan pelatih tuan rumah terus menekan dari berbagai arah demi mencari celah untuk memecah kebuntuan.
Ironisnya, justru Bali United yang sukses memecah deadlock di menit 53. Kadek Agung memanfaatkan situasi di kotak penalti untuk mencetak gol yang membuat suporter Borneo terdiam seketika.
Gol itu mengubah arah pertandingan karena Borneo mulai terlihat terburu-buru dalam membangun serangan. Sementara Bali United semakin percaya diri dan bermain lebih matang dalam mengatur ritme.
Borneo mencoba menambah tenaga serang melalui pergantian pemain. Namun usaha tersebut tak banyak mengubah jalannya laga karena Bali United tetap solid di area pertahanan.
Serangan-serangan Borneo lebih sering patah di sepertiga akhir lapangan. Penentuan akhir dan efektifitas penyelesaian menjadi persoalan utama yang membuat mereka kesulitan mengimbangi skor.
Waktu terus berjalan dan tekanan mental mulai terlihat pada para pemain tuan rumah. Mereka harus meladeni Bali United yang semakin nyaman bermain dengan keunggulan satu gol.
Bali United memanfaatkan setiap kesempatan untuk memperlambat tempo sekaligus meredam agresivitas Borneo. Upaya mereka berjalan efektif karena tuan rumah gagal menciptakan peluang berbahaya di menit-menit akhir.
Borneo berusaha keras mengembalikan intensitas pertandingan melalui pressing tinggi. Namun keputusan itu membuat ruang di lini belakang semakin terbuka dan memberi keuntungan bagi Bali United dalam mengatur serangan balik.

Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Hasil Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Bikin Kejutan! Tembus 13 Besar di FP2
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
12 Hotel Terbaik di Semarang dengan Fasilitas Lengkap, Nuansa Cozy dan Menenangkan untuk Quality Time Bersama Orang Tercinta
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
