Uston Nawawi siap perbaiki performa Persebaya Surabaya jelang hadapi Bhayangkara FC. (Persebaya Surabaya)
JawaPos.com — Uston Nawawi tetap tenang menghadapi laga yang mempertemukannya dengan mantan pelatih Persebaya Surabaya, Paul Munster, yang kini menukangi Bhayangkara Presisi Lampung FC. Pertemuan di Stadion Sumpah Pemuda pada Jumat (28/11/2025) itu diyakini berlangsung panas karena kedua tim membutuhkan poin untuk mendongkrak posisi klasemen.
Persebaya Surabaya datang dengan tekad besar mengantongi tiga poin meski tidak didampingi pelatih kepala. Situasi ini membuat Uston kembali memimpin sebagai caretaker sekaligus pengarah utama strategi tim di laga Jumat sore.
Persiapan mepet menjadi salah satu sorotan menjelang pertandingan, tetapi Uston tidak menganggapnya penghalang. “Setelah laga melawan Arema, kami meliburkan diri. Kami memiliki persiapan dua sampai tiga hari,” ujar Uston, Kamis (27/11/2025).
Ia menilai kondisi bursa pertandingan yang padat memberikan beban serupa kepada semua klub termasuk Bhayangkara.
“Waktunya memang tidak banyak, tetapi Bhayangkara juga sama. Saya kira semua pemain siap untuk menghadapi Bhayangkara FC,” jelasnya.
Laga ini semakin menarik karena mempertemukan Persebaya Surabaya dengan arsitek yang pernah membesut mereka. Paul Munster kini berada di kubu lawan dan diyakini sudah memahami karakter sejumlah pemain Green Force.
Namun Uston menegaskan hal tersebut bukan ancaman besar bagi Persebaya Surabaya yang sudah menyiapkan banyak skenario permainan.
“Coach Paul dan beberapa mantan pemain Persebaya ada di sana. Seperti biasa, kami saling mempelajari. Kami sudah menyiapkan semua di Surabaya,” ungkapnya.
Ia yakin perubahan komposisi tim membuat gaya permainan Persebaya Surabaya tidak mudah ditebak meski Munster pernah menangani skuad tersebut.
Uston percaya detail taktik yang dirancang bisa memberikan kejutan di laga krusial ini.
Pengembalian fokus pemain menjadi prioritas utama agar pola serangan dan transisi tetap berjalan efektif. Ia meminta seluruh pemain tampil disiplin sejak menit awal demi menghindari tekanan berlebihan dari tuan rumah.
Secara klasemen, Bhayangkara berada di posisi ketujuh dan hanya unggul satu tingkat dari Persebaya Surabaya yang menempati peringkat kedelapan.
Kondisi ini membuat duel berlangsung ketat karena kedua tim berpotensi saling menggeser di papan tengah.
Persebaya Surabaya menyadari hasil positif bukan hanya soal perolehan poin, tetapi juga soal menjaga stabilitas tim yang tengah memasuki masa transisi setelah ditinggal pelatih kepala.

Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Pemerintah Cabut Izin 2.231 Pengecer dan Distributor Pupuk Subsidi yang Rugikan Petani
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Rekomendasi 13 Wisata Terbaik di Bandung untuk Liburan Santai, Healing, dan Quality Time Bersama Orang Tersayang
Abu Janda Dilaporkan ke Polisi Oleh Ikatan Keluarga Minang Hari Ini, Buntut Sebut Sumbar 'Barbar' dan Intoleran
Orang yang Semakin Cantik Secara Fisik Seiring Bertambahnya Usia Biasanya Mengadopsi 6 Kebiasaan Sehari-hari Ini Menurut Psikologi
Sebut Sumbar 'Barbar' dan Kristen Fobia, DPP IKM Siap Laporkan Abu Janda ke Mabes Polri Selasa Besok!
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
9 Mall Terbaik di Semarang, Selalu Jadi Andalan Wisatawan Saat Liburan Cari Hiburan
