Ketua BTN PSSI, Sumardji, enggan membahas nama-nama calon pelatih Timnas Indonesia lagi. (Dimas Ramdhan/JawaPos.com)
JawaPos.com - Ketua Badan Tim Nasional (BTN) PSSI, Sumardji memilih pasrah menerima hukuman yang dijatuhkan oleh Komite Disiplin (Komdis) FIFA kepada Shayne Pattynama, Thom Haye, dan juga PSSI. Federasi tak bisa berbuat banyak karena hukuman itu tidak bisa dibanding.
Komdis FIFA beberapa waktu lalu mengumumkan sejumlah sanksi disiplin terkait Kualifikasi Piala Dunia 2026. Indonesia mendapatkan tiga hukuman dari segala tindak dan kejadian yang terjadi sepanjang FIFA Matchday bulan lalu pada 8-14 Oktober 2025.
Dua di antaranya untuk pemain Timnas Indonesia, yakni Shayne Pattynama dan Thom Haye yang dianggap oleh FIFA telah melakukan pelanggaran saat memainkan laga kedua Grup B putaran keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia.
Pelanggaran dilakukan tepatnya pada 11 Oktober 2025, di mana Thom Haye dan Shayne Pattynama terlibat cekcok dengan perangkat pertandingan. Mereka melontarkan protes keras pasca pertandingan kepada wasit Ma Ning.
Tindakan Thom Haye dan Shayne Pattynama dianggap menunjukkan perilaku buruk yang tertuang dalam Pasal 14 tepatnya 14.1.j. Akibatnya mereka diharuskan membayar denda 5000 CHF atau setara Rp 103 juta. Shayne dan Thom Haye pun disanksi larangan bermain dalam 4 pertandingan.
Selain itu, PSSI juga dijatuhkan hukuman denda sebesar Rp 1 Miliar karena tindakan suporter pada laga yang sama. Mereka melempar botol plastik ke arah lapangan menjelang pertandingan berakhir, tepatnya pada menit ke-85. Lemparan dilakukan karena pemain Irak sengaja mengulur waktu disaat skuad Garuda tertinggal.
Sumardji selaku anggota Komite Eksekutif (Exco) sekaligus Ketua BTN PSSI, mengatakan bahwa pihaknya tidak bisa berbuat banyak atas hukuman atau sanksi yang dijatuhi FIFA. Menurutnya, keputusan itu sudah bersifat mutlak, dan tak ada opsi untuk mengajukan banding.
"Thom Haye, terus si Shayne. Mungkin juga akan saya (kena). Karena saya tanggal 18 (November). Kalau tidak salah sidangnya. Kalau tidak salah ya," kata Sumardji saat ditemui di Stadion Madya, Senayan, Jakarta, Senin (17/11).
"Kita akan tunggu hasilnya. Tetapi bahwa kaitannya dengan soal sanksi dari Komdis (FIFA) itu sudah mengikat dan final. Sudah tidak bisa kami harus melakukan banding dan lain sebagainya. Karena kami sudah komunikasikan. Dari kami, dari PSSI sudah menanyakan," tambahnya.
Lebih lanjut, Sumardji memastikan bahwa PSSI akan kooperatif terhadap sanksi yang dijatuhkan. Hanya itu yang bisa dilakukan oleh federasi menyikapi hukuman dari Komdis FIFA.
"Tentang sanksi itu ya sudah kami jalani saja. Ya mau gimana lagi? Namanya juga sesuatu hal yang memang wajib untuk kami protes. Saya kira itu," ucapnya.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
10 Kuliner Lezat Dekat Stasiun Pasar Turi Surabaya, dari Lontong Balap hingga Nasi Bebek
10 Kedai Es Teler Paling Enak di Jakarta, Cocok untuk Melepas Dahaga saat Cuaca Panas di Siang Hari!
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
18 Oleh-Oleh Khas Tulungagung Ini Wajib Dibeli Jika Berkunjung, dari Kuliner hingga Kerajinan Tradisional
Ribuan Suporter Rayakan HUT ke-94 PSIS Semarang, Flare dan Nyanyian Menggema di Depan Kantor Gubernuran Jawa Tengah
