
Datu Nova Fatmawati resmi akuisisi 74,25 persen saham PSIS Semarang. (Istimewa)
JawaPos.com-Perubahan besar terjadi di tubuh PSIS Semarang. Setelah gagal dibeli bos tambang dan pemilik Malut United David Glenn, tim kebanggaan masyarakat Semarang ini kini resmi diakuisisi Datu Nova Fatmawati, istri bos Persela Lamongan sekaligus pendiri Belikopi Faris Julinar Maurisal. Dengan penguasaan 74,25 persen saham klub berjuluk Laskar Mahesa Jenar tersebut.
Datu Nova adalah putri asli Semarang, sehingga kabar ini langsung memantik perhatian para pendukung PSIS. Informasi mengenai selesainya proses akuisisi ini dibagikan pertama kali oleh Ketua Umum Panser Biru Wareng melalui unggahan di akun Instagram @kepareng_wareng.
Dalam keterangannya, dia menyebut bahwa seluruh saham keluarga Sukawi yang selama ini menjadi pemegang kendali tim telah rampung diambil alih pemilik baru.
“Sudah 100 persen saham keluarga Sukawi diakusisi pemilik baru. Alasan kenapa baru tadi menemui suporter dan kulonuwun karena pemilik baru tidak mau ketemu suporter sebelum dapat tanda tangan. Jam 9 dapat tanda tangan, jam 10 ketemu kita di Tentrem,” tulis Wareng.
Dia juga menegaskan, bersama Wakil Ketua Umum Galih Ndog dan beberapa perwakilan DPP Panser Biru, telah melihat langsung dokumen penandatanganan peralihan saham sebesar 74,25 persen tersebut.
“Keluarga YS sudah tidak punya saham di PT MJS dan permintaan kita kepada pemilik baru tetap sama seperti kemarin, yaitu rombak total manajemen tanpa campur tangan keluarga YS sama sekali,” lanjut dia.
Unggahan tersebut langsung dibanjiri beragam komentar dari suporter Mahesa Jenar. Seperti akun @klasix2011 yang menanyakan alasan kegagalan mencapai kesepakatan dengan pihak sebelumnya.
“Alasan, kenapa tidak menemui kata sepakat dengan pak Glenn kenapa pak?” tulisnya.
Ada pula komentar bernada skeptis. “Cah cah Lamongan udah capek kapusan” tulis akun @411gya.
“Kalau belum di-posting di PSIS official belum yakin, masih agak trauma,” ujar @irhamfauzzi.
Komentar lain datang dari @van.illustrator yang menyinggung pengalaman buruk masa lalu. “Trauma diplokoto YS,” ucap dia.
Meski menuai berbagai reaksi, mayoritas suporter kini menunggu langkah konkret dari pemilik baru. Harapan terbesar tetap sama: perubahan total dalam manajemen dan arah klub yang lebih profesional.
Kini, publik Semarang menunggu bagaimana gebrakan Datu Nova akan membentuk babak baru menyelamatkan PSIS dari dasar klasemen grup timur Pengadaian Championship.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Awas Macet! Besok Ribuan Buruh Demo May Day di Surabaya, Ini Jalan yang Perlu Dihindari
