Borneo FC dalam sesi latihan. (Istimewa)
JawaPos.com - Borneo FC Samarinda kembali mencuri perhatian di awal musim Super League 2025/2026. Dalam sepuluh laga pertama, Pesut Etam tampil tak tersentuh dengan catatan sempurna sepuluh kemenangan, 23 gol tercipta, dan hanya empat kali kebobolan.
Performa impresif ini menempatkan mereka sebagai tim paling produktif sekaligus paling solid di lini pertahanan.
Pelatih Fabio Lefundes, sosok yang berada di balik stabilnya laju Borneo FC, membeberkan bahwa fondasi utama kesuksesan timnya terletak pada pola kerja yang dibangun sejak pramusim. Menurutnya, tidak ada jalan pintas selain kerja keras dan kedisiplinan.
“Kunci pertama tentu kerja keras. Ini bukan berarti yang lain tidak melakukannya, tapi saya bisa katakan kami bekerja dengan sangat baik,” ujar Lefundes dengan nada yang tenang namun penuh keyakinan.
Ia menambahkan bahwa kepercayaan diri pemain dalam menjalankan instruksi adalah elemen penting yang sering kali tidak terlihat dari luar.
Setiap pertandingan, para pemain tahu apa yang harus dilakukan dan konsisten menerapkannya di lapangan.
Menariknya, Lefundes juga menyebut dirinya bukan tipe pelatih yang menutup telinga. Masukan dari staf maupun pemain menjadi bagian dari proses kerja tim setiap hari.
“Saya adalah orang yang sangat percaya dengan apa yang saya lakukan dan kerjakan. Tapi saya harus mendengarkan pendapat dari staf dan pemain,” jelasnya.
Meskipun begitu, satu hal yang ia tekankan sebagai faktor paling menentukan adalah kolektivitas.
“Yang paling penting, kunci yang kami miliki adalah kami adalah kolektivitas,” tegasnya.
Di balik performa sempurna tersebut, beberapa pihak masih mengangkat alis.
Ada yang menilai laju Borneo FC hanyalah hasil dari keberuntungan atau jadwal yang lebih banyak dimainkan di kandang. Tuduhan itu tak membuat sang pelatih goyah.
“Banyak orang mengatakan kami akan kehabisan bensin. Mereka tidak tahu seberapa besar tangki yang kami punya,” jawab Lefundes dengan sedikit senyum.
Ia menegaskan bahwa timnya memiliki kedalaman skuad yang cukup untuk bersaing hingga akhir musim. Menurutnya, target jangka panjang tetap menjadi fokus, bukan sekadar euforia sepuluh pertandingan awal.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
15 Pecel Paling Enak di Surabaya, Cita Rasa Sambal Kacang yang Autentik dan Ragam Lauk Tradisional yang Menggoda Selera
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
13 Wisata Terbaik Dekat Stasiun Pasuruan, Buat Liburan Tak Perlu Jauh Tapi Tetap Seru
12 Tempat Kuliner Soto yang Jadi Favorit di Malang, Soal Rasa Jangan Ditanya Pasti Enak!
Tak Perlu lagi Pusing Parkir, Ini Rute Transjakarta Paling Pas ke Indonesia Arena GBK
