
Eks pelatih Timnas Uzbekistan Timur Kapadze. (Dok. Timur Kapadze)
JawaPos.com—Nama Timur Kapadze mendadak ramai dibicarakan publik sepak bola Indonesia. Pengunduran diri dari staf pelatih Uzbekistan langsung dikaitkan dengan isu dia menjadi kandidat kuat pelatih baru Timnas Indonesia.
PSSI disebut tengah mempertimbangkan sosok pelatih muda asal Uzbekistan itu sebagai pengganti pelatih sebelumnya. Rekam jejak Kapadze di level internasional memang menjanjikan. Apalagi setelah sukses membawa Uzbekistan menembus Piala Dunia 2026 dengan catatan tak terkalahkan dalam delapan laga terakhir, lima kemenangan dan tiga hasil imbang.
Namun, di balik prestasi itu, muncul pertanyaan besar: benarkah Timur Kapadze masih minim jam terbang di timnas senior? Isu ini menjadi bahan pertimbangan serius bagi PSSI yang kini tengah menyeleksi calon pelatih kepala baru untuk skuad Garuda.
Kapadze memang dikenal sebagai sosok yang cerdas dalam membaca permainan dan dekat dengan para pemain muda.
Karirnya di dunia kepelatihan lebih banyak dihabiskan untuk membina generasi muda Uzbekistan. Termasuk saat membawa tim U-23 mencapai final Piala Asia U-23 2024 dan lolos ke Olimpiade Paris 2024.
Pengalaman di level senior belum bisa dibilang panjang. Berdasar data Transfermarkt, Kapadze pertama kali dipercaya menangani Timnas Senior Uzbekistan pada 2022. Namun masa jabatannya hanya berlangsung enam pertandingan sebelum digantikan.
Kesempatan berikutnya datang pada Juli 2024, tetapi lagi-lagi dia hanya bertahan tiga pertandingan. Setelah itu, Kapadze kembali dipercaya menggantikan Srecko Katanec pada 2025 dan sempat mencatat hasil positif, tetapi masa kepemimpinannya kembali berakhir singkat.
Catatan tersebut menunjukkan perjalanan Kapadze di tim senior masih terpotong-potong dan belum stabil. Durasi pendek dalam setiap masa kepelatihan membuat jam terbangnya di level tertinggi terbilang minim untuk ukuran calon pelatih tim nasional besar seperti Indonesia.
Kondisi ini berpotensi menjadi risiko bagi Timnas Indonesia yang saat ini dituntut tampil konsisten di setiap kompetisi.
Minimnya pengalaman di ruang ganti pemain senior bisa memengaruhi kemampuan adaptasi dan kestabilan performa tim di lapangan. Apalagi, skuad Garuda kini dipenuhi pemain naturalisasi dan pemain berpengalaman yang terbiasa bekerja di bawah tekanan tinggi.
Sosok pelatih dengan jam terbang panjang di level elite dibutuhkan untuk mengelola ego dan menjaga keseimbangan atmosfer tim. Kapadze memang terbukti sukses mengelola pemain muda dan membangun tim dengan gaya bermain progresif.
Namun, menghadapi pemain senior yang sudah mapan jelas membutuhkan pendekatan berbeda. Terutama dalam mengatur strategi dan komunikasi di ruang ganti.
PSSI kini berada di posisi yang tidak mudah. Mereka harus menimbang antara mengambil risiko merekrut pelatih muda berbakat seperti Kapadze atau mencari sosok yang lebih berpengalaman dan terbukti stabil di level senior.
Di sisi lain, keberanian Kapadze mengambil tantangan baru patut diapresiasi. Dia dikenal ambisius dan punya visi jangka panjang dalam membangun tim, sesuatu yang bisa menjadi modal berharga bagi transformasi Timnas Indonesia ke arah lebih modern.
Namun, publik Tanah Air kini menuntut hasil cepat, bukan sekadar proses jangka panjang. Tekanan besar dari ekspektasi tinggi membuat siapa pun pelatihnya harus siap memberi dampak instan dalam waktu singkat.

11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
KPK Tindaklanjuti Pelaporan Dugaan Korupsi APBD Era Mantan Gubernur Sultra Nur Alam
Jadwal PSS vs Garudayaksa FC Final Liga 2, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Siapa Raih Trofi Kasta Kedua?
17 Tempat Makan Hidden Gem di Surabaya yang Tidak Pernah Sepi, Rasanya Selalu Konsisten Enak
Marak Link Live Streaming Gratis Persija Jakarta vs Persib Bandung, Jakmania dan Bobotoh Pilih yang Mana?
Jadwal Veda Ega Pratama di Sesi Q2 Moto3 Le Mans 2026! Rider Indonesia Bidik Start Terdepan
Live Streaming PSS Sleman vs Garudayaksa FC Final Liga 2 dan Prediksi Skor: Trofi Bergengsi Menanti Pemenang!
15 Kuliner Seafood Ternikmat di Surabaya, Hidangan Laut Segar dengan Cita Rasa Khas yang Sulit Dilupakan
Jadwal dan Link Live Streaming Moto3 Prancis Hari Ini: Momentum Veda Ega Rebut Pole Position!
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
