
Persebaya Surabaya tahan Persik Kediri 1-1 di Gelora Joko Samudro, Jumat (7/11). (Persebaya Surabaya)
JawaPos.com—Persebaya Surabaya tertahan di peringkat ke-9 klasemen sementara Super League 2025/2026 setelah hanya bermain imbang 1-1 kontra Persik Kediri. Hasil ini membuat Green Force berada tepat di bawah rival abadinya, Arema FC, yang kini menempati posisi ke-8 dengan jumlah poin sama jelang pertemuan sarat gengsi di Derbi Jawa Timur.
Laga di Stadion Gelora Joko Samudro, Jumat (7/11), sejatinya berjalan cukup berimbang sejak awal. Kedua tim tampil agresif untuk saling mencari momentum, namun sentuhan akhir masih menjadi persoalan di babak pertama.
Persebaya Surabaya membuka ancaman lebih dulu lewat aksi Paulo Gali dan Bruno Moreira yang beberapa kali menekan pertahanan Persik. Namun upaya itu belum mampu membuahkan gol karena penyelesaian yang kurang efektif.
Persik Kediri memberikan respons lewat Khurshidbek Mukhtorov dan Ezra Walian yang hampir memecah kebuntuan. Intensitas permainan meningkat, bahkan dua kartu kuning diberikan kepada pemain Persik, yakni Krisna Bayu Otto dan Francisco Pereira.
Persebaya Surabaya juga tak luput dari tekanan wasit ketika Bruno Moreira menerima kartu kuning jelang akhir babak pertama. Ritme pertandingan berjalan cepat, namun papan skor tetap menunjukkan angka 0-0 saat 45 menit pertama berakhir.
Memasuki babak kedua, permainan semakin terbuka dan kedua tim langsung tampil menekan. Persik lebih dulu menciptakan peluang berbahaya lewat Imanol Garcia dan Lucas Moreira yang memaksa Andhika Ramadhani bekerja keras di bawah mistar.
Momentum justru menjadi milik Persebaya Surabaya pada menit ke-53. Arief Catur Pamungkas memecah kebuntuan lewat penyelesaian rapi usai memanfaatkan peluang yang diciptakan Dejan Tumbas dan mengubah skor menjadi 1-0 untuk Green Force.
Namun keunggulan tersebut tak bertahan lama karena Persik menyamakan kedudukan pada menit ke-63 melalui Jose Enrique Rodriguez. Serangan cepat yang dibangun tuan rumah membuat lini pertahanan Persebaya Surabaya goyah dan pertandingan kembali hidup.
Situasi pertandingan kemudian berubah drastis pada menit ke-75 ketika Francisco Rivera menerima kartu merah. Persebaya Surabaya terpaksa bermain dengan 10 pemain dalam sisa waktu laga sehingga strategi harus diatur ulang oleh Eduardo Pérez.
Persik mencoba memanfaatkan keunggulan jumlah pemain lewat tekanan bertubi-tubi. Williams Lugo dan Telmo Castanheira beberapa kali mengancam, namun penyelamatan dan blok krusial dari lini belakang Persebaya Surabaya berhasil mencegah gol tambahan.
Persebaya Surabaya juga tidak mau hanya bertahan dan sempat melancarkan serangan lewat Dime Dimov serta Toni Firmansyah. Sayangnya, peluang itu belum cukup untuk mengubah hasil akhir, sehingga pertandingan ditutup dengan skor imbang 1-1.
Hasil ini memberi dampak penting pada klasemen sementara Super League. Persebaya Surabaya mengoleksi 15 poin dan berada di posisi ke-9, tepat di bawah Arema FC yang mengoleksi poin sama namun unggul selisih gol dalam persaingan papan tengah.
Kondisi ini membuat tensi Derbi Jawa Timur mendatang dipastikan meningkat di pekan ke-13 Super League 2025/2026. Selain gengsi dalam pertemuan dua rival besar, posisi klasemen menjadi motivasi tambahan karena Persebaya Surabaya tentu tidak ingin terus berada di bawah Arema.
Eduardo Pérez perlu melakukan evaluasi besar terutama dalam konsistensi permainan dan disiplin pemain. Kartu merah yang muncul di laga ini menunjukkan aspek mental pertandingan yang masih perlu diperbaiki agar tidak merugikan tim dalam momen penting.
Di sisi lain, performa lini depan juga membutuhkan sentuhan penyelesaian akhir yang lebih klinis. Sejumlah peluang yang tercipta sudah cukup menjanjikan, namun efektivitas masih menjadi pekerjaan rumah yang harus segera dirampungkan.

Persib Bandung Dilaporkan Berburu 2 Winger Kiri Baru demi Prestasi di AFC, Nilai Pasarnya Lewati Thom Haye!
Persebaya Surabaya Dikabarkan Rekrut 2 Striker dan 2 Bek Baru, Ada Punggawa Tim Nasional
11 Kuliner Maknyus Sekitar Kebun Raya Bogor, Tempat Makan yang Sejuk, Nyaman dan Enak
Jadwal Shalat Idul Adha 2026 di Jakarta, Bandung, Surabaya, dan Kota Besar Lainnya
Dulu Antreannya Mengular dan Jadi Buah Bibir Media Sosial, Kini Terlihat Lengang: Mengulik 5 Tempat Makan yang Sempat Viral Lalu Sepi Pengunjung
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
14 Angkringan Paling Nikmat di Surabaya, Tempat Nongkrong Seru Sambil Kuliner dan Jajan
Breaking News! Persebaya Surabaya Deal Rekrut Yuran Fernandes, Green Force Dapatkan Pengganti Gustavo Fernandes
10 Kuliner Lezat Dekat Stasiun Pasar Turi Surabaya, dari Lontong Balap hingga Nasi Bebek
