Bruno Moreira (tengah) tampil ciamik bersama Persebaya Surabaya saat jamu Persis Solo, Minggu (2/11/2025). (Persebaya Surabaya)
JawaPos.com — Bruno Moreira menuntaskan laga ke-100 bersama Persebaya Surabaya dengan penuh emosi dan kebanggaan. Sang kapten Green Force itu memimpin rekan-rekannya menaklukkan Persis Solo 2-1 di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Minggu malam, dalam laga yang menjadi tonggak penting perjalanan kariernya di Indonesia.
Bagi Bruno, angka seratus bukan sekadar catatan statistik di atas kertas. Ia menyebut momen itu sebagai awal dari babak baru untuk terus memberikan segalanya bagi tim kebanggaan Bonek dan Bonita.
“Saya berharap bisa menjadi legenda, tapi itu bukan tujuan utama saya,” ucap pemain asal Brasil itu seusai pertandingan. “Hal itu akan datang sendiri jika saya melakukan hal yang benar di dalam dan di luar lapangan.”
Ucapan tersebut mencerminkan sikap rendah hati sekaligus tekad kuat Bruno yang tak pernah kehilangan semangat juang sejak pertama kali mengenakan seragam hijau Persebaya Surabaya.
Ia mengaku bangga bisa mencapai laga ke-100 bersama klub yang sudah seperti rumah keduanya.
Bruno bergabung dengan Persebaya Surabaya pada pertengahan 2023, tepatnya 1 Juli, dan sejak itu tampil konsisten di setiap musim.
Dengan gaya bermain enerjik, teknik mumpuni, serta kemampuan menggunakan kedua kaki, ia menjadi tumpuan serangan di berbagai posisi, baik di sayap kiri, kanan, maupun gelandang serang.
Pemain kelahiran Cajamar, Brasil, 8 April 1999 itu kini berusia 26 tahun dan sedang berada di puncak performanya. Postur 1,78 meter serta kecepatan eksplosif menjadikannya sosok ideal dalam skema permainan cepat Persebaya Surabaya.
Namun bagi Bruno, pencapaian individu bukanlah tujuan utama. Ia menegaskan motivasi terbesarnya adalah membantu Persebaya Surabaya meraih prestasi tertinggi di Super League musim ini dan memberikan kebahagiaan bagi suporter.
“Setiap pertandingan selalu saya jalani dengan semangat dan kerja keras maksimal,” kata Bruno dengan nada tegas.
Bruno masih ingat jelas momen debutnya di Stadion GBT yang dihadiri puluhan ribu suporter fanatik.
Ia menyebut suasana luar biasa itu sebagai pengalaman paling berkesan dalam hidupnya dan menjadi sumber semangat untuk terus berjuang.
Cinta yang diberikan publik Surabaya membuat Bruno semakin terikat secara emosional dengan klub. Ia bahkan sempat menyebut Surabaya sebagai “rumah kedua” karena merasa diterima layaknya keluarga sendiri.
Tak hanya di lapangan, Bruno juga dikenal sebagai sosok disiplin dan profesional dalam kehidupan sehari-hari. Ia berusaha menjadi contoh positif bagi pemain muda dan menjaga keharmonisan tim di ruang ganti.

Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
Sony Sonjaya Akan Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator Kasus MBG, Janjikan Buka Nama-Nama Besar
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kalah di Pengadilan Soal Sanksi Etik Promotor Disertasi Bahlil, Guru Besar UI: Mahasiswa Ini Bukan Main-main
Prediksi Haiti vs Peru 6 Juni 2026: Momentum Positif Les Grenadiers Uji Kebangkitan La Blanquirroja
3 Bintang Baru Sudah Deal! Persebaya Surabaya Siapkan Misi Besar Bernardo Tavares di Musim 100 Tahun
