
Persebaya Surabaya wajib benahi sistem scouting mereka di level senior agar bicara banyak di Super League 2025/2026. (Persebaya Surabaya)
JawaPos.com—Performa Persebaya Surabaya di awal musim Super League 2025/2026 mendapat sorotan tajam dari pendukung setia. Bonek menilai sistem scouting tim Green Force belum berjalan optimal dan perlu evaluasi menyeluruh.
Di media sosial, kritik bermunculan terkait proses perekrutan pemain musim ini yang dianggap tidak sesuai harapan. Banyak yang menilai kualitas pemain asing maupun pelatih baru belum mampu membawa Persebaya Surabaya tampil konsisten di kompetisi.
“Evaluasi perlu dilakukan untuk tim scouting-e, kok iso ngene,” tulis salah satu netizen di kolom komentar unggahan klub.
Kritik serupa juga mengarah pada manajemen dan tim analisis yang dinilai kurang jeli membaca kebutuhan skuad. Bonek juga menyoroti pemilihan pemain asing yang dianggap tidak memberi kontribusi signifikan bagi permainan tim.
“Kualitas pelatih karo pemain asingmu gak enak blas,” tulis netizen lain dengan nada kecewa.
Beberapa komentar bahkan menyinggung lemahnya daya gedor lini depan Persebaya Surabaya musim ini.
“Strikermu... kemploo kbehhh,” ungkap pengguna lain yang merasa kecewa dengan performa sektor penyerang.
Sorotan tajam ini menjadi alarm bagi manajemen Persebaya Surabaya untuk memperbaiki sistem pencarian dan pembinaan pemain. Meski kritik berdatangan, langkah positif kini terlihat melalui pengembangan serius di sektor usia muda.
Persebaya baru saja meresmikan Persebaya Academy, wadah baru untuk membina generasi pesepak bola muda dari berbagai daerah. Langkah ini menjadi kelanjutan dari keberhasilan Persebaya Future Lab, program pengembangan talenta yang lebih dulu diperkenalkan klub.
Manajemen menilai pembinaan usia dini adalah fondasi utama membangun masa depan klub yang berkelanjutan. Dengan sistem yang terarah dan berjenjang, Persebaya Surabaya ingin mencetak pemain berkualitas dari akar pembinaan sendiri.
Program uji coba Persebaya Academy telah dimulai dan diikuti puluhan pemain muda dari berbagai kota di Indonesia. Latihan resmi akan bergulir penuh pada awal November mendatang dengan kurikulum pelatihan modern.
Untuk memperkuat kualitas pelatihan, Persebaya Surabaya menggandeng sejumlah mantan pemain berpengalaman, termasuk sosok legendaris asing. Salah satunya adalah Robertino Pugliara, mantan gelandang asal Argentina yang kini menjabat sebagai Football Director Persebaya Academy.
Robertino menegaskan Persebaya Academy tidak hanya fokus pada kemampuan bermain bola semata. Dia ingin mencetak pemain yang memiliki kepribadian kuat, disiplin tinggi, dan memahami arti profesionalisme di dalam maupun luar lapangan.
“Kami ingin membentuk pemain muda yang tidak hanya jago di lapangan, tapi juga memiliki kepribadian yang kuat, disiplin, dan tahu arti profesionalisme,” ujar Robertino.
Dia menambahkan, pembentukan mental dan etika menjadi bagian tak terpisahkan dari pembinaan di akademi ini.

Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Media Jerman Pusing Lihat Ngerinya Performa Veda Ega Pratama di Sesi Practice Moto3 Hungaria 2026
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Eksklusif! Perjuangan Nyo Daftar Player Escort Sejak 2024, Menangis Haru Dipeluk Nathan Tjoe-A-On di Timnas Indonesia
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Viral Pengemudi Ojek Pangkalan Getok Harga Rp 400 Ribu Senayan-Bundaran HI, Modus Bilang Tarif "58"
