
Pelatih Bali United Johnny Jansen. (Dok. I League)
JawaPos.com - Sudah lima bulan sejak resmi diperkenalkan pada Mei 2025, pelatih kepala Bali United, Johnny Jansen, mulai merasakan dinamika unik sepak bola Indonesia.
Pelatih asal Belanda itu kini telah memimpin tujuh pertandingan resmi dan lebih dari delapan laga uji coba bersama Serdadu Tridatu di musim debutnya di BRI Super League 2025/26.
Sebelum datang ke Indonesia, Jansen terakhir menukangi PEC Zwolle, klub Eredivisie Belanda.
Ia mengaku, melatih di Indonesia menjadi pengalaman baru yang menantang, terutama dari segi ritme pertandingan dan atmosfer suporter yang begitu fanatik.
Dikutip baliutd.com, Jansen mengatakan, “Pertama kali saya melihat situasinya sulit karena permainan bisa berubah cepat. Kadang kami bagus, kadang menurun, dan transisi harus dilakukan dengan cepat,” ungkapnya.
Menurut Jansen, kompetisi di Indonesia memiliki karakter tersendiri. Ia sempat dibuat kagum sekaligus terkejut dengan suasana panas di lapangan, terutama saat keputusan wasit menuai protes dari penonton.
“Hubungan antara suporter dan tim sangat kuat, terutama di Bali United. Saya bisa merasakan ikatan emosional itu,” ujarnya.
Sejak awal datang ke Pulau Dewata, Jansen menegaskan misinya bukan hanya sekadar mengejar kemenangan, melainkan juga membangun fondasi permainan yang solid.
Ia ingin tim bermain atraktif dan membuat suporter menikmati setiap pertandingan.
“Saya datang ke sini untuk membantu tim berkembang. Bagaimana kami bisa memainkan sepak bola yang baik sehingga suporter ikut merasakan semangatnya,” jelasnya.
Pelatih berusia 50 tahun itu juga menaruh perhatian besar pada pola latihan, asupan nutrisi, dan kualitas istirahat pemain.
Menurutnya, perubahan besar tidak bisa dilakukan secara instan, melainkan melalui proses panjang dan konsisten.
“Kami membangun tim untuk jangka panjang. Semua butuh waktu untuk jadi lebih baik,” tegasnya.
Meski belum menargetkan gelar juara di musim pertamanya, Jansen tetap realistis dengan ambisi tinggi.

Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
Sony Sonjaya Akan Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator Kasus MBG, Janjikan Buka Nama-Nama Besar
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kalah di Pengadilan Soal Sanksi Etik Promotor Disertasi Bahlil, Guru Besar UI: Mahasiswa Ini Bukan Main-main
Prediksi Haiti vs Peru 6 Juni 2026: Momentum Positif Les Grenadiers Uji Kebangkitan La Blanquirroja
3 Bintang Baru Sudah Deal! Persebaya Surabaya Siapkan Misi Besar Bernardo Tavares di Musim 100 Tahun
