
Pelatih Timnas Patrick Kluivert memberikan instruksi saat menghadapi Lebanon dalam International Friendly Match di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, (8/9). T(Riana Setiawan/ Jawa Pos)
JawaPos.com - Tagar #PatrickOut dan #KluivertOut trending di media sosial setelah timnas Indonesia tersingkir dalam persaingan menuju Piala Dunia usai menelan dua kali kekalahan di kualifikasi Grup B.
Lantas, bagaimana nasib Patrick Kluivert setelah ini? “Well, belum ada rencana. Kami perlu merenungkan apa yang telah kami lakukan, tetapi saya benar-benar tidak bisa memberikan jawaban itu. Saya tidak tahu. Saya sungguh tidak tahu apa yang akan terjadi,” beber Kluivert.
Menurutnya, dalam situasi seperti ini, masyarakat Indonesia tetap bisa bangga terhadap para pemain serta semua orang yang telah bekerja keras mewujudkan impian bersama. “Bukan hanya impian saya, bukan hanya impian para pemain, tetapi impian semua orang,” ujar pelatih yang dikontrak PSSI hingga Januari 2027 itu.
Karena itu, dia mengakui bahwa situasi ini sangat sulit dihadapi oleh seluruh elemen tim. “Karena saya melihat dari dalam betapa kerasnya semua orang bekerja, dan setiap orang memiliki opini, tetapi mereka tidak tahu betapa kerasnya kami bekerja,” ucapnya.
Disinggung apakah skuad Garuda terlalu muda untuk tampil di Piala Dunia, mantan pelatih timnas Curacao itu menepisnya. Dia menilai para pemain telah menunjukkan kelas dan kematangan. “Tidak, mereka tidak terlalu muda. Mereka menunjukkan, cara mereka bermain fantastis,” ucapnya.
Menurutnya, Indonesia bisa bermain seperti ini melawan Arab Saudi (peringkat 59) dan Iraq (58), sementara Indonesia berada di posisi 119, maka situasinya sudah luar biasa. “Dan itu adalah kenyataan. Dan Anda bermain seperti ini dengan tim yang begitu beragam,” ujarnya.
“Sayangnya gol tidak tercipta. Anda menciptakan peluang, Anda memainkan sepak bola yang bagus. Namun, jika Anda ingin memenangkan pertandingan, Anda harus mencetak gol. Dan sayangnya itu tidak terjadi,” keluhnya.
Sementara itu, Ketua Umum PSSI Erick Thohir juga belum menentukan sikap terkait hasil buruk tersebut. “Terima kasih kepada suporter, pemain, dan ofisial atas perjuangan untuk bisa sampai Round 4 Kualifikasi Piala Dunia 2026,” tulisnya.
Pria yang juga menjabat sebagai Menpora itu menyinggung sejarah baru timnas Indonesia yang untuk pertama kalinya bisa lolos hingga ronde keempat kualifikasi. “Pertama kali dalam sejarah, Indonesia bisa sampai di titik sejauh ini. Kami memohon maaf, mimpi masuk ke Piala Dunia belum bisa kami wujudkan,” katanya.

Prediksi Skor Korea Selatan vs Republik Ceko di Piala Dunia 2026: Son Heung-min Bisa Pecahkan Rekor
Kronologi Beckham Putra Nyaris Bersitegang dengan Penonton usai Laga Indonesia vs Mozambik
Prediksi Skor Meksiko vs Afrika Selatan Grup A Piala Dunia 2026: El Tri Diunggulkan Menang di Laga Pembuka!
Timnas Afrika Selatan di Piala Dunia 2026: Daftar Lengkap Skuad, Statistik, dan Jadwal Pertandingan
5 Transportasi Surabaya-Malang Selain Motor yang Lebih Hemat, Tarif Mulai Rp 12 Ribuan
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
8 Pertanyaan Pribadi yang Tidak Boleh Ditanyakan Pada Orang Lain, Tidak Peduli Seberapa Baik Mereka Mengenal Seseorang Menurut Psikolog
Harga BBM Pertamina Terbaru: Pertamax Naik Jadi Rp 16.250 per Liter Mulai 10 Juni 2026
Resmi! 9 Pemain Persebaya Surabaya Hengkang, Era Baru Bernardo Tavares Dimulai dengan Cuci Gudang
