
Diego Mauricio jalani latihan keras bersama Persebaya Surabaya jelang hadapi Persija Jakarta. (Persebaya Surabaya)
JawaPos.com—Pelatih Persebaya Surabaya Eduardo Perez buka suara soal kondisi penyerang anyar, Diego Mauricio. Pelatih asal Spanyol itu menilai striker asal Brasil tersebut masih memerlukan waktu adaptasi lebih lama untuk bisa tampil maksimal bersama tim Green Force.
Di tengah jeda kompetisi Super League 2025/2026, Persebaya Surabaya terus mematangkan persiapan menjelang laga pekan ke-8 melawan Persija Jakarta. Eduardo Perez menegaskan seluruh pemain tetap berlatih dengan intensitas tinggi meski beberapa pemain utama, seperti Ernando Ari, sedang memperkuat Timnas Indonesia.
“Semua pemain berlatih dengan fokus penuh. Kami sedang membangun intensitas dan menjaga ritme tim,” ujar Eduardo Perez dikutip dari I.League, Kamis (9/10).
Dia ingin skuadnya tetap dalam kondisi siap tempur ketika kompetisi kembali bergulir. Dalam sesi latihan tersebut, hampir seluruh pemain asing Persebaya Surabaya tampak hadir dan serius mengikuti instruksi pelatih.
Nama-nama seperti Bruno Moreira, Francisco Rivera, Mihailo Perovic, Milos Raickovic, Dime Dimov, Risto Mitrevski, Gali Freitas, hingga Leo Lelis tampak kompak berlatih di Lapangan ABC Gelora Bung Tomo.
Sosok yang paling disorot tentu Diego Mauricio, rekrutan anyar dari klub India, Odisha FC. Striker berusia 34 tahun itu digadang-gadang bakal menjadi mesin gol baru Persebaya Surabaya setelah mencatat statistik mentereng di klub lamanya dengan torehan 57 gol dan 19 assist dari 110 penampilan.
Namun, Eduardo Perez menilai adaptasi Mauricio belum sepenuhnya berjalan mulus. Dia menyebut mantan pemain Flamengo itu masih mencari ritme terbaiknya di tengah atmosfer kompetisi Indonesia yang sangat berbeda dengan India.
“Musim ini memang menjadi proses untuk terus meningkatkan diri. Tetapi sejauh ini saya sangat senang dengan kinerja tim,” ucap Eduardo Perez.
Pelatih berlisensi UEFA Pro itu menegaskan proses adaptasi pemain asing menjadi hal penting di awal musim. Setiap pemain datang dengan karakter dan latar belakang berbeda, sehingga butuh waktu agar bisa menyatu dengan gaya bermain Persebaya Surabaya.
Bukan hanya Diego Mauricio yang perlu penyesuaian, beberapa pemain baru lain seperti Mihailo Perovic dan Milos Raickovic juga masih berupaya menemukan ritme permainan terbaik. Perez menilai adaptasi bukan sekadar urusan teknis, tapi juga mental dan komunikasi antar pemain di lapangan.
Persebaya Surabaya memang menunjukkan tren positif dalam dua laga terakhir sebelum jeda kompetisi. Setelah mengalahkan Semen Padang FC dengan skor 1-0, Green Force mampu menahan imbang Dewa United Banten FC 1-1 meski tampil tandang.
Hasil tersebut membuat Persebaya Surabaya kini berada di peringkat keenam klasemen sementara dengan 10 poin. Hanya terpaut satu angka dari Persija Jakarta yang berada di posisi keempat.
Situasi ini membuat duel di Stadion Gelora Bung Tomo, Sabtu (18/10), bakal sangat krusial bagi kedua tim. Eduardo Perez menyebut laga melawan Persija akan menjadi ujian sebenarnya bagi soliditas timnya.
Dia berharap masa jeda kompetisi bisa dimanfaatkan untuk memperkuat chemistry pemain, terutama lini depan yang belum terlalu produktif. Meski Mauricio belum beramain sejak bergabung pada 22 Agustus 2025, pelatih tetap memberikan kepercayaan penuh kepada sang striker untuk beradaptasi.
Dia menilai kualitas individu Diego tidak perlu diragukan, hanya perlu waktu agar bisa menemukan sentuhan terbaik di bawah tekanan suporter dan intensitas tinggi Super League.

Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Hasil Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Bikin Kejutan! Tembus 13 Besar di FP2
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
12 Hotel Terbaik di Semarang dengan Fasilitas Lengkap, Nuansa Cozy dan Menenangkan untuk Quality Time Bersama Orang Tercinta
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
