Kemampuan Bruno Moreira beradaptasi dengan taktik membuatnya disukai setiap pelatih yang menangani Persebaya. (Istimewa)
JawaPos.com - Bruno Moreira bisa dikatakan sebagai salah satu pemain langka di Liga Indonesia era modern. Ketika banyak pemain terutama legiun asing sering berpindah dari satu klub ke klub lain di Liga 1, Bruno justru memilih setia pada Persebaya Surabaya.
Ia resmi bermain untuk Persebaya pada musim 2021/2022, saat itu Green Force masih ditangani oleh Aji Santoso. Namun, ia kemudian dilepas pada musim 2022/2023.
Namun, setelah sekitar semusim di Liga Yunani, Bruno kembali direkrut Persebaya pada 2023/2024 dan langkah tersebut memang tepat. Sejak itu, pemain kelahiran Cajamar, Sao Paulo tersebut terus bertahan di Stadion Gelora Bung Tomo hingga sekarang.
Awetnya Bruno Moreira sebagai penggawa Persebaya memang tidak mengherankan, meski Green Force beberapa kali berganti pelatih. Hal itu antara lain karena ia merupakan sosok yang mudah beradaptasi.
Setiap pelatih yang menangani Persebaya selalu menemukan Bruno sebagai pemain yang cepat menyerap arahan dan menjalankan taktik dengan baik, terutama saat beroperasi di sektor sayap.
Misalnya pada musim ini, pelatih Persebaya yaitu Eduardo Perez mengakui bahwa ia tidak jarang menyesuaikan strategi tim agar Bruno bisa tampil maksimal di lini serang.
"Bruno adalah pemain yang bisa diandalkan untuk membuka celah dan menciptakan peluang," ujar Coach Edu seperti dikutip dari laman resmi I-League.
Kemampuannya membuka celah pertahanan lawan memang didukung oleh kemampuan olah bola atau dribbling Bruno saat berlaga di lapangan, sehingga tak jarang Bonek kerap menjulukinya 'Raja Gocek'.
Pemain berusia 26 tahun tersebut juga semakin matang. Hal itu terlihat dari perolehan golnya yang relatif konsisten. Dalam dua musim terakhir, ia selalu mencetak 10 gol selama semusim. Musim lalu ia bahkan menjadi top skor klub.
Banyaknya gol yang dicetak Bruno bukan semata-mata karena ingin memenuhi ambisi pribadinya saja, melainkan ingin memberi kontribusi besar bagi Persebaya.
"Saya selalu berusaha memberikan yang terbaik untuk Persebaya dan tidak pulang dengan tangan kosong," kata Bruno dalam sebuah kesempatan.
Kematangan pemain bertinggi badan 175 cm ini juga membuatnya diplot sebagai kapten tim sejak musim lalu saat masih ditangani Paul Munster, hingga sekarang berganti di tangan pelatih Edu Perez.
Sebagai pemimpin di lapangan, tak jarang jika ia selalu memotivasi rekan-rekan setimnya agar Green Force selalu berada dalam jalur kemenangan.
Ia memang sosok yang tidak mudah puas, karena selalu mengingatkan rekan-rekan setimnya bahwa selalu ada aspek yang perlu diperbaiki setiap kali menyelesaikan pertandingan, entah itu berakhir dengan kalah, seri, atau bahkan menang.

Puluhan Orang Terjebak di AEON Mall Kumamoto Usai Gempa Dahsyat M7,1 Diikuti Ledakan
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Malik Bawazier Dilaporkan ke Polda Metro Jaya, Suami Cut Keke Diduga Tersangkut Kasus Perzinaan
Profil Mitchell Baker: Striker Naturalisasi Timnas Indonesia Berdarah Yogyakarta, Debut Gemilang di Piala AFF 2026
Prediksi Skor hingga Rekor Pertemuan Persebaya vs PSMS: Ayam Kinantan Lebih Unggul Atas Green Force
Sempat ‘Hilang’ dari Bangku Cadangan saat Timnas Indonesia Gulung Kamboja, John Herdman Ungkap Alasannya
Profil Aripat, Suami Nathalie Holscher: Dari Sales hingga Menjadi Pengusaha
Prediksi Skor Persebaya Surabaya vs PSMS Medan di Piala Presiden 2026: Misi Green Force Raih 3 Poin Lagi!
Prediksi Skor Port FC vs Persija Jakarta di Piala Presiden 2026: Pembuktian Magis Shin Tae-yong!
