
Arief Catur Pamungkas wajib waspada hadapi PSM Makassar agar tak tambah koleksi kartu kuning di Parepare. (Dok. Media Persebaya)
JawaPos.com — Arief Catur Pamungkas wajib waspada saat Persebaya Surabaya bertandang ke markas PSM Makassar. Full back kanan andalan Green Force itu sudah mengoleksi dua kartu kuning dari tiga laga awal Super League 2025/2026.
Kondisi ini tentu menjadi alarm serius bagi Persebaya Surabaya. Sebab jika Arief kembali diganjar kartu kuning di Stadion Gelora B.J. Habibie, Parepare, Minggu (31/8/2025), ia berpotensi absen pada laga penting pekan berikutnya.
Persebaya Surabaya sendiri sedang dalam kepercayaan diri tinggi usai menang dramatis 5-2 atas Bali United. Hasil itu membuat Green Force mengoleksi enam poin dan bertengger di posisi empat klasemen sementara.
Sebaliknya, PSM Makassar datang dengan semangat berbeda. Juku Eja belum meraih kemenangan setelah hanya mampu mengoleksi tiga hasil imbang di tiga laga awal sehingga masih terjebak di posisi ke-12.
Pertandingan di Parepare pun diprediksi berjalan panas. Duel sengit kedua tim bukan hanya soal perebutan tiga poin, tapi juga akan menguji mental para pemain kunci, termasuk Arief Catur.
Arief memang jadi salah satu motor permainan Persebaya Surabaya di sektor kanan pertahanan. Dari tiga laga awal musim ini, ia selalu tampil penuh selama 90 menit dan total mencatat 270 menit bermain.
Kontribusi Arief di lini serang cukup terlihat. Ia sudah menyumbangkan satu assist, rata-rata 0,7 umpan kunci per pertandingan, dan catatan akurasi operan mencapai 87 persen.
Distribusi bola jarak jauh Arief juga lumayan membantu transisi permainan. Ia mencatat rata-rata 2,7 umpan panjang akurat per laga dengan persentase keberhasilan 42 persen.
Untuk sektor umpan silang, Arief masih perlu meningkatkan efektivitasnya. Dari rata-rata 0,3 crossing per pertandingan, akurasinya baru mencapai 33 persen.
Dalam bertahan, kontribusi Arief tidak bisa diremehkan. Ia sudah mencatat satu clean sheet dan rata-rata 12 kali merebut bola dari lawan dalam tiga pertandingan.
Statistik defensif lainnya juga cukup solid. Arief rata-rata melakukan 3,3 clearance per laga dan hanya 1 kali dilewati lawan lewat dribble setiap pertandingan.
Meski begitu, catatan negatif tetap mengintai. Ia sudah membuat dua kesalahan yang langsung berbuah peluang tembakan untuk lawan.
Dari sisi duel, Arief masih cukup tangguh meski belum maksimal. Ia mencatat 6 duel sukses per laga dengan tingkat keberhasilan 43 persen serta rata-rata 1,7 duel udara dimenangkan (56 persen).
Keberanian Arief dalam membawa bola juga terbilang baik. Ia mencatat rata-rata 1 dribble sukses per pertandingan dengan tingkat keberhasilan 60 persen.
Namun yang harus jadi sorotan adalah aspek kedisiplinan. Dengan rata-rata 1,3 pelanggaran per laga dan dua kartu kuning di tiga pekan, Arief jelas harus lebih hati-hati.

Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Media Jerman Pusing Lihat Ngerinya Performa Veda Ega Pratama di Sesi Practice Moto3 Hungaria 2026
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Eksklusif! Perjuangan Nyo Daftar Player Escort Sejak 2024, Menangis Haru Dipeluk Nathan Tjoe-A-On di Timnas Indonesia
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Viral Pengemudi Ojek Pangkalan Getok Harga Rp 400 Ribu Senayan-Bundaran HI, Modus Bilang Tarif "58"
