Kiper PSIM Yogyakarta, Cahya Supriadi. (Dok. PSIM)
Jawapos.com – Laga pekan ketiga Super League 2025/2026 menghadirkan kejutan. Tim promosi PSIM Yogyakarta sukses menahan imbang juara bertahan Persib Bandung dengan skor 1-1 di Stadion Sultan Agung, Bantul, Minggu (24/8/2025).
Pertandingan ini berjalan sengit sejak awal. Bermain di hadapan ribuan pendukungnya, PSIM tampil penuh percaya diri melawan Persib.
Meski lebih sering ditekan, Laskar Mataram justru mampu membuka keunggulan lebih dulu.
Gol PSIM lahir pada menit ke-64 melalui eksekusi penalti Ze Valente. Pemain asal Portugal itu dengan tenang mengarahkan bola ke gawang Persib yang dijaga Teja Paku Alam. Gol tersebut membuat suasana stadion semakin bergemuruh.
Namun, kemenangan yang sudah di depan mata harus buyar di detik-detik akhir pertandingan.
Bek Persib asal Argentina, Patricio Matricardi, berhasil mencetak gol penyama kedudukan pada menit 90+6 lewat sundulan setelah memanfaatkan kemelut di depan gawang PSIM. Skor 1-1 pun menutup laga.
Selain hasil imbang ini, sorotan utama justru tertuju pada penampilan gemilang kiper muda PSIM, Cahya Supriyadi.
Pemuda kelahiran Karawang, 11 Februari 2003 itu tampil luar biasa dengan sejumlah penyelamatan penting.
Persib sebenarnya punya peluang besar untuk membalikkan keadaan setelah mendapatkan dua hadiah penalti. Sayangnya, kedua kesempatan emas itu gagal menghasilkan gol.
Penalti pertama dieksekusi striker asal Brasil, Ullian. Namun tendangannya melambung tinggi di atas mistar gawang.
Penalti kedua yang dieksekusi Marc Klok juga gagal, bola tendagan klok mengarah deras ke sisi kanan gawang, tetapi berhasil ditepis gemilang oleh Cahya. Aksi tersebut membuat pendukung PSIM di stadion memberikan tepuk tangan meriah untuk kiper berusia 22 tahun itu.
Total dipertandingan ini Cahya Supriyadi melakukan 1 penyelamatan 1 penalti, 6 penyelamatan, dan 4 klaim umpan silang.
Nama Cahya Supriyadi mungkin belum terlalu populer di kancah sepak bola nasional.
Dengan tinggi badan 1,79 meter, ia dikenal memiliki refleks cepat dan keberanian dalam duel satu lawan satu.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
15 Pecel Paling Enak di Surabaya, Cita Rasa Sambal Kacang yang Autentik dan Ragam Lauk Tradisional yang Menggoda Selera
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
13 Wisata Terbaik Dekat Stasiun Pasuruan, Buat Liburan Tak Perlu Jauh Tapi Tetap Seru
12 Tempat Kuliner Soto yang Jadi Favorit di Malang, Soal Rasa Jangan Ditanya Pasti Enak!
Tak Perlu lagi Pusing Parkir, Ini Rute Transjakarta Paling Pas ke Indonesia Arena GBK
