
Suporter Persebaya Surabaya, Bonek, berharap timnya tidak terdegradasi. (Media Persebaya)
JawaPos.com—Setelah bertahun-tahun menanti, akhirnya larangan bagi suporter tandang untuk hadir langsung di stadion resmi dicabut. Kabar ini langsung disambut antusias oleh para pendukung klub, termasuk dari PSIM Jogjakarta yang siap datang ke kandang Persebaya Surabaya.
Sebanyak 1.000 suporter PSIM dipastikan akan hadir mendukung langsung tim kesayangannya di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Surabaya. Mereka datang untuk mendukung perjuangan Laskar Mataram di laga pembuka Super League 2025/2026 melawan Green Force.
Pertandingan ini akan digelar pada Jumat (8/8) pukul 19.00 WIB, dan diprediksi bakal berlangsung panas sejak menit pertama. Antusiasme tinggi dari kedua belah pihak membuat laga ini menjadi salah satu pertandingan paling dinantikan pada pekan perdana liga.
Persebaya Surabaya tentu tak ingin dipermalukan di hadapan pendukungnya sendiri yang akan memadati tribun GBT. Pelatih anyar Eduardo Perez juga bertekad membawa Green Force langsung tancap gas sejak laga perdana.
Musim lalu, Persebaya Surabaya finis di peringkat keempat dan kini membidik target lebih tinggi, yakni menjadi juara. Eduardo Perez yang menggantikan pelatih sebelumnya membawa gaya permainan baru yang disebut-sebut lebih ofensif dan agresif.
Di sisi lain, PSIM datang ke Surabaya dengan kepercayaan diri tinggi sebagai juara Liga 2 2024/2025. Meskipun berstatus tim promosi, pelatih Jean-Paul van Gastel menegaskan timnya tidak datang hanya untuk bertahan.
PSIM membawa banyak wajah baru di musim ini dan tengah membangun kekompakan tim dengan semangat juang tinggi. Mereka ingin membuktikan tempat mereka di Super League bukan sekadar keberuntungan.
Duel antara Persebaya Surabaya vs PSIM dipastikan tidak hanya panas di atas lapangan, tapi juga di tribun. Untuk pertama kalinya setelah larangan dicabut, laga ini akan menjadi momen bersejarah bagi kembalinya atmosfer suporter tandang di kasta tertinggi sepak bola Indonesia.
Manajemen Persebaya Surabaya menyambut baik kehadiran suporter tim tamu, selama tetap menjunjung tinggi sportifitas dan keamanan. Sebanyak 1.000 suporter PSIM dikonfirmasi telah melakukan komunikasi dengan komunitas suporter di Surabaya untuk hadir langsung di stadion.
Hal ini juga diperkuat pernyataan manajemen Persebaya Surabaya melalui Alex Tualeka yang mengatakan larangan suporter away kini sudah resmi dicabut.
Namun, dia menegaskan ada pengecualian khusus untuk empat kota dengan rivalitas tinggi yang masih dilarang.
“Terakhir yang berikutnya adalah mohon maaf, karena memang larangan supporter away itu sudah dicabut kecuali empat kota. Surabaya enggak boleh ke Malang. Malang enggak boleh ke Surabaya suporternya,” ujar perwakilan manajemen Persebaya Surabaya Alex Tualeka, dikutip dari kanal Youtube Youtube SPECIALS ID35, Rabu (6/8).
“Jakarta enggak boleh ke Bandung, Bandung juga enggak boleh ke Jakarta. Tapi selain itu bisa. Nah, ini teman-teman dari Jogja sekiranya bisa ada sekitar 1.000 orang yang sudah melakukan komunikasi dengan teman-teman di Surabaya untuk besok ikut hadir dengan dukung tim mereka di Gelora Bung Tomo,” tutur Alex.
Kembalinya suporter tandang ini menjadi kabar baik bagi atmosfer sepak bola nasional yang selama ini terasa hambar tanpa kehadiran dua belah pihak. Ini juga sekaligus menjadi ujian awal apakah suporter bisa menjaga kondusifitas demi keberlanjutan kebijakan ini.
Pertemuan dua tim beda kasta musim lalu namun kini satu level ini diyakini akan jadi tontonan menarik. PSIM membawa semangat promosi dan kejutan, sementara Persebaya Surabaya datang dengan beban ekspektasi tinggi untuk menang di kandang.

Breaking News! Rival Veda Ega Pratama Didiskualifikasi dari Moto3 Catalunya 2026
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
Soal Kabar Kepala BGN Dadan Hindayana Ditangkap, Dasco: Serahkan ke Aparat Hukum
Profil Sony Sanjaya, Eks Jenderal Polri yang Dicopot Sebagai Wakil Kepala BGN, Sempat Diterpa Isu OTT
KPK Cari Keberadaan Wamen Imipas Silmy Karim Terkait OTT Imigrasi Jakbar
7 Pemain Baru Masuk! Bruno Moreira Hengkang, Ini Prediksi Starting XI Persebaya
Kejagung Konfirmasi Penggeledahan Kantor BGN Usai Pencopotan Dadan Hindayana
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Mantan Kepala BGN Dadan Hindayana Resmi Jadi Tersangka dan Ditahan Kejagung, Belum 24 Jam Usai Dicopot Prabowo
Kantor Badan Gizi Nasional Digeledah Kejagung, Muncul Karangan Bunga Unik Singgung Pencopotan Dadan
