
Flare menyala saat laga Persebaya Surabaya jamu PSS Sleman di uji coba pramusim. (Moch. Rizky Pratama Putra/JawaPos.com)
JawaPos.com—Penjualan tiket laga perdana Persebaya Surabaya vs PSIM Jogjakarta masih berkisar di angka 4.000 lembar. Angka ini jelas mengejutkan, apalagi mengingat laga tersebut akan digelar di pekan pertama Super League 2025/2026, Jumat (8/8).
Menurut manajemen Persebaya Surabaya, animo yang rendah ini disebabkan trauma penonton terhadap flare. Pengalaman buruk saat laga pramusim kontra PSS Sleman dinilai jadi salah satu pemicu utama.
“Sementara yang lawan Sleman (laga pramusim) itu menjadi semacam panitia pelaksana pertandingan itu rasa kepercayaan kepada panpel itu menurun. Dan dampaknya hari ini mencoba menjual tiket dan tiketnya itu hanya baru laku di 4.000 tiket,” ujar Alex Tualeka, dikutip dari kanal Youtube SPECIALS ID35, Rabu (6/8).
Dalam laga tersebut, asap pekat dari flare menyelimuti tribun dan membuat banyak penonton panik. Anak-anak berlarian keluar stadion, sesak napas, bahkan ada yang sampai muntah hingga pingsan.
Beruntung tak ada korban jiwa dalam insiden tersebut, namun dampaknya terasa hingga hari ini. Kepercayaan publik terhadap keamanan laga Persebaya Surabaya menurun drastis.
Alex Tualeka, menyebutkan flare kini menjadi musuh besar klub. Bahkan, insiden flare pada laga terakhir musim lalu melawan Bali United membuat Persebaya Surabaya harus membayar denda Rp 250 juta kepada federasi.
“Flare yang terjadi di laga terakhir melawan Bali United (musim 2024/2025 lalu) dan launching tim itu sungguh masif itu juga sangat menjadi pukulan bagi kami (Persebaya) karena waktu laga lawan Bali itu kami harus dapat denda 250 juta dari pihak federasi,” ungkap Alex Tualeka.
Tak hanya kerugian finansial, flare juga menggerus citra Gelora Bung Tomo (GBT) sebagai stadion ramah keluarga. Selama dua musim terakhir, Persebaya Surabaya aktif mengampanyekan GBT nyaman untuk anak-anak, perempuan, dan keluarga.
Namun semua itu runtuh seketika saat flare kembali menyala dan menyebabkan kepanikan massal. Banyak penonton yang akhirnya memilih pulang lebih awal dan tidak bisa menyaksikan pertandingan sampai selesai.
“Menurut teman-teman itu kenapa tiketnya itu enggak laku? Karena ada dua hal. pertama karena flare yang membuat trauma banyak penonton,” jelas Alex Tualeka.
Dia juga menambahkan kepercayaan terhadap panitia pelaksana pertandingan saat ini tengah menurun. Ini menjadi tantangan besar bagi Persebaya Surabaya untuk mengembalikan kepercayaan tersebut jelang kick-off liga.
Selain flare, faktor teknis juga disebut memengaruhi rendahnya penjualan tiket. Seperti masalah parkir yang tak tertangani dengan baik saat laga launching tim beberapa waktu lalu.
Alex menyebut banyak penonton khawatir masalah tersebut akan terulang lagi di laga pembuka melawan PSIM Jogjakarta. Terlebih, pertandingan ini juga akan diselingi seremoni yang diprediksi bakal menarik massa lebih besar.
“Soal flare itu karena banyak mohon maaf karena selama dua musim ini kami mengampanjakan bahwa Gelora Bung Tomo itu tidak hanya nyaman bagi suporter, tapi nyaman bagi anak-anak, bagi keluarga, bagi perempuan dan lain-lain. Ternyata flare itu membuat terjadi semacam kepanikanlah di tribun,” imbuh Alex Tualeka.
“Banyak yang tidak bisa menyaksikan pertandingan sampai selesai, pulang dan lain-lain. Itu em menurut evaluasi penjualan tiket itu dampaknya sangat luar biasa,” lanjut dia.

Peringkat 12 Klub Terbesar yang Belum Pernah Memenangkan Liga Champions
Asisten YouTuber RA Diperiksa Kasus Whip Pink, Netizen Ramaikan Unggahan Reza Arap
Pesan Perpisahan Penuh Misteri Milos Raickovic Bersama Persebaya Surabaya, Bonek Penasaran hingga Menyesali
3 Calon Pelatih Liverpool Musim Depan, Semua Masih Muda dan Bertalenta!
Presiden Iran Masoud Pezeshkian Ajukan Pengunduran Diri, Ini Alasannya
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Pemerintah Perkuat Pengawasan Tata Niaga Minyak Goreng, Mafia Pangan Bakal Disikat Habis
Penyebab Ribuan Gerai Indomaret Tutup pada 31 Mei-1 Juni 2026
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
6 Weton Bumi Kapetak Titisan Gatotkaca yang Ditakdirkan Kaya dan Sukses, Menurut Primbon Jawa
