PSM Makassar optimistis tatap jadwal berat Agustus 2025 di Super League 2025/2026. (Media PSM)
JawaPos.com - I.League, entitas baru PT Liga Indonesia Baru (LIB), menyikapi dengan santai perihal sanksi pembekuan FIFA terhadap PSM Makassar dan Semen Padang FC jelang Super League 2025/2026. Operator kompetisi yakin masalah itu segera beres sebelum liga dimulai.
Super League 2025/2026 akan dimulai kurang dari sepekan lagi. Kompetisi musim baru rencananya bakal bergulir pada 8 Agustus 2025 dengan Borneo FC Samarinda vs Bhayangkara Presisi Lampung FC dan Persebaya Surabaya vs PSIM Yogyakarta sebagai dua laga pembuka.
Meski tersisa empat hari lagi, tapi masih ada tiga klub profesional aktif Indonesia yang bermasalah dengan FIFA. Dua di antaranya kontestan Super League 2025/2026, yakni Semen Padang FC dan PSM Makassar.
Kedua klub itu terdaftar dalam FIFA Registration Bans List dan dihukum larangan transfer selama tiga periode. PSM dan Semen Padang terbukti melanggar regulasi transfer, seperti tunggakan pembayaran terhadap pemain atau klub lain.
Berdasarkan laman resmi FIFA, Semen Padang FC memiliki tiga masalah terkait itu. Sanksi tersebut dijatuhkan per tanggal 7, 10, dan 22 Juli 2025. Sedangkan PSM Makassar ada dua, yakni per 28 Maret 2025 dan 19 Mei 2025.
Akibatnya, baik PSM maupun Semen Padang dihukum larangan mendaftarkan pemain baru selama tiga periode jendela transfer. Hal ini berarti mereka harus menyelesaikan dahulu sebelum mengikuti kompetisi dengan pemain-pemain yang baru didatangkan.
Ferry Paulus selaku Direktur Utama I.League buka suara. Dia menyebut saat ini masalah itu tengah diselesaikan secara bertahap oleh klub-klub yang bersangkutan.
"Banned FIFA ini sebenarnya dari semua klub totalnya itu ada 6, bahkan 7, secara bertahap ini memang sudah melakukan penyelesaian," kata Ferry Paulus dalam jumpa pers peluncuran Super League 2025/2026, Minggu (3/8).
Selain PSM dan Semen Padang FC, ada satu klub profesional lain yang punya masalah serupa, yakni PSIS Semarang dengan dua kasus per 2 April 2025 dan 3 Juli 2025.
"Harusnya 1-2 hari ini akan selesai karena memang ketika permasalahan ini diselesaikan, masih ada proses lagi yang harus dicabut oleh FIFA. Saya kira tinggal tunggu waktu saja," jelas Ferry Paulus.
Sementara itu, penasihat tim Semen Padang FC Andre Rosiade sebelumnya telah mengungkapkan bahwa Kabau Sirah telah menyelesaikan masalah itu. Kini, manajemen tinggal menunggu sanksi pembekuan dicabut saja.
"Seluruh kewajiban kompensasi Semen Padang FC ke mantan pemain sudah dilunasi Jumat kemarin," katanya dalam akun Instagram resminya.
"Dan Jumat sore sudah dikirimkan email pemberitahuan kepada FIFA. Insya Allah Senin atau Selasa banned FIFA terhadap Semen Padang sudah dicabut," tambah Andre.
Mertua fullback Timnas Indonesia Pratama Arhan itu menegaskan bahwa Semen Padang FC telah siap untuk mengarungi Super League 2025/2026.

11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
KPK Tindaklanjuti Pelaporan Dugaan Korupsi APBD Era Mantan Gubernur Sultra Nur Alam
Jadwal PSS vs Garudayaksa FC Final Liga 2, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Siapa Raih Trofi Kasta Kedua?
17 Tempat Makan Hidden Gem di Surabaya yang Tidak Pernah Sepi, Rasanya Selalu Konsisten Enak
Marak Link Live Streaming Gratis Persija Jakarta vs Persib Bandung, Jakmania dan Bobotoh Pilih yang Mana?
Jadwal Veda Ega Pratama di Sesi Q2 Moto3 Le Mans 2026! Rider Indonesia Bidik Start Terdepan
Live Streaming PSS Sleman vs Garudayaksa FC Final Liga 2 dan Prediksi Skor: Trofi Bergengsi Menanti Pemenang!
15 Kuliner Seafood Ternikmat di Surabaya, Hidangan Laut Segar dengan Cita Rasa Khas yang Sulit Dilupakan
Jadwal dan Link Live Streaming Moto3 Prancis Hari Ini: Momentum Veda Ega Rebut Pole Position!
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
