Suasana pertandingan Liga Internal Persebaya yang diikuti oleh para pemain muda. (Istimewa)
JawaPos.com - Persebaya Surabaya menyadari bahwa fondasi sebuah tim ada pada pembinaan pemain muda. Maka dari itu, tim berjuluk Green Force ini terus konsisten melakukan pembinaan pemain sejak usia dini.
Kini, Persebaya bahkan telah memiliki puluhan klub yang siap saling bertarung dalam kompetisi internal, dengan jenjang usia sejak 14 tahun, dan diikuti ribuan pemain belia.
"Saat ini Persebaya memiliki 20 klub internal dan mereka diadu dalam sebuah kompetisi internal juga untuk kelompok usia 14, 16, dan 18 plus, dimana dari kompetisi itu menghasilkan hingga sekitar 3.000 pemain muda," ungkap Direktur Operasional Persebaya Candra Wahyudi seperti dikutip dari akun YouTube Bola Bung Binder.
Lalu, dari liga yang diikuti oleh 20 klub internal tersebut, masih ada jenjang lagi yang harus mereka lalui, dimana penangananya akan dilakukan oleh Persebaya Future Lab.
"Future Lab inilah yang melakukan scouting para pemain muda dari 20 klub internal tadi untuk diorbitkan di jenjang Persebaya 7, Persebaya 6, hingga nantinya Persebaya 1, jenjangnya seperti itu," imbuh Candra.
Nantinya, manajemen menargetkan 30 persen menit bermain Persebaya, terutama di ajang Liga Indonesia, akan dipegang oleh para pemain dari jebolan Future Lab tersebut.
Namun, untuk bisa menembus skuad utama Persebaya, perjuangan para pemain muda ini cukup berat. Jadwal kompetisi yang harus mereka ikuti saat mereka sudah berada di bawah Future Lab juga lebih padat.
Oleh karena itu, pihak Persebaya Future menerapkan prinsip-prinsip periodisasi dalam manajemen latihan demi menjaga kebugaran dan mencegah cedera para pemain.
"Banyak pemain muda yang dalam seminggu bisa bertanding dua kali, bahkan ada yang tiga kali. Maka dari itu, kami sangat memperhatikan beban latihan mereka," ujar Kepala Persebaya Future Lab, Ganesha Putera seperti dikutip dari laman resmi Persebaya.
Ia menambahkan salah satu tantangan lainnya adalah program latihan bagi mereka tidak bisa disamakan karena kondisi setiap pemain tentu berbeda-beda.
Misalnya ada pemain yang baru menyelesaikan pertandingan, ada juga yang baru kembali dari libur, dan ada pula yang sedang bersiap untuk laga berikutnya.
"Karena itu, program latihan tidak bisa disamakan. Kami harus mengatur agar semua pemain tetap dalam kondisi optimal, dan yang paling penting, tidak sampai cedera," imbuhnya.
Langkah strategis tersebut merupakan wujud dari pendekatan ilmiah yang dilakukan Future Lab dalam mencakup aspek teknik dan taktik, aspek pemulihan dan manajemen fisik.
Hal itu sangat berguna dalam menjaga kesinambungan performa pemain muda yang tengah aktif mengikuti Liga Persebaya setiap akhir pekan.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
12 Rekomendasi Mall Terbaik di Tangerang 2026: Destinasi Belanja, Kuliner & Lifestyle Favorit
Update Klasemen Usai MotoGP Catalunya 2026: Jorge Martin Gigit Jari, Bezzecchi Masih Tak Tersentuh
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
Jadwal dan Link Live Streaming Moto3 Catalunya 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama Start P20
